Tanggal Berapa Hari Raya Idul Fitri 2026? Ini Prediksi Pemerintah, NU, dan Muhammadiyah



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Tanggal berapa Hari Raya Idul Fitri 2026? Berdasarkan perhitungan kalender hijriah dan data astronomi, Idul Fitri tahun ini diperkirakan jatuh pada 20 atau 21 Maret 2026, tergantung hasil Sidang Isbat yang akan digelar pemerintah.
Perbedaan perkiraan tersebut muncul karena metode penentuan awal bulan Syawal yang digunakan oleh organisasi Islam di Indonesia tidak selalu sama.
Meski begitu, keputusan resmi penetapan 1 Syawal 1447 H tetap menunggu pengumuman dari Kementerian Agama RI setelah Sidang Isbat dilakukan.
Mengacu pada perhitungan kalender hijriah yang disusun berbagai lembaga keagamaan, terdapat dua kemungkinan tanggal perayaan Lebaran 2026.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebelumnya telah menetapkan melalui maklumat resmi bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
Penetapan tersebut menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi untuk menentukan keberadaan bulan baru.
Dengan metode ini, apabila secara matematis posisi bulan sudah berada di atas ufuk saat matahari terbenam pada tanggal 29 Ramadan, maka keesokan harinya langsung ditetapkan sebagai awal bulan Syawal.
Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama bersama Nahdlatul Ulama (NU) menggunakan metode rukyatul hilal, yakni pengamatan langsung terhadap kemunculan bulan sabit pertama di berbagai titik pemantauan di Indonesia.
Jika pada saat pengamatan tanggal 19 Maret 2026 posisi hilal belum memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh kesepakatan negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yaitu minimal tinggi 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat, maka bulan Ramadan akan disempurnakan menjadi 30 hari.
Apabila kondisi tersebut terjadi, maka Hari Raya Idul Fitri kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Untuk memastikan kapan tepatnya Idul Fitri dirayakan secara nasional, Kementerian Agama RI akan menggelar Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1447 H pada Kamis malam, 19 Maret 2026.
Sidang tersebut biasanya melibatkan berbagai pihak, mulai dari perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, pakar falak, hingga lembaga pemerintah terkait.
Dalam sidang tersebut, pemerintah akan mempertimbangkan dua hal utama, yaitu:
Keputusan dari Sidang Isbat inilah yang nantinya menjadi penetapan resmi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia.
Jika dihitung dari Senin, 16 Maret 2026, umat Muslim di Indonesia sedang menjalani:
Artinya, Lebaran diperkirakan tinggal 4 hingga 5 hari lagi, tergantung apakah Ramadan berlangsung 29 hari atau digenapkan menjadi 30 hari.
Tahun 2026 juga menghadirkan fenomena yang cukup unik karena Hari Raya Nyepi bertepatan dengan periode menjelang Lebaran.
Hari Raya Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026, hanya satu hari sebelum cuti bersama Idul Fitri dimulai pada 20 Maret 2026 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026.
Kombinasi dua hari besar ini membuat masyarakat berpotensi menikmati libur panjang hingga akhir Maret, sehingga diperkirakan akan memicu lonjakan arus mudik lebih awal.
Selain itu, pemerintah juga memberikan kebijakan Work From Anywhere (WFA) bagi aparatur sipil negara pada 16–17 Maret 2026 untuk membantu mengurangi kepadatan perjalanan menjelang puncak mudik.
Sejumlah analis transportasi memperkirakan puncak arus mudik nasional kemungkinan terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026, karena menjadi titik pertemuan antara arus perjalanan menjelang Nyepi dan Lebaran.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk mempertimbangkan keberangkatan lebih awal agar dapat menghindari kepadatan lalu lintas di jalur utama maupun jalan tol.
Berikut estimasi waktu menuju Idul Fitri jika dihitung dari 16 Maret 2026:
Selain mempersiapkan perjalanan mudik dan kebutuhan Lebaran, umat Muslim juga dianjurkan memanfaatkan sepuluh malam terakhir Ramadan untuk memperbanyak ibadah.
Periode ini dipercaya sebagai waktu turunnya Lailatul Qadar, malam yang memiliki keutamaan lebih baik dari seribu bulan.
Selain itu, masyarakat juga disarankan untuk menunaikan zakat fitrah lebih awal, sehingga distribusi kepada para penerima dapat dilakukan tepat waktu sebelum pelaksanaan salat Idul Fitri.
Rangkuman AI sedang dibuat…