Terowongan Bertingkat CP202 MRT Jakarta: Pengerjaan Melesat, Target Selesai 2029



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIAJAKARTA.ID – PT MRT Jakarta (Perseroda) mengungkapkan bahwa pembangunan MRT Fase 2A untuk paket CP202 rute Harmoni–Mangga Besar yang memiliki panjang 1,8 kilometer kini sudah mencapai 60,2%.
Proyek ini ditargetkan selesai dan bisa beroperasi pada 2029.
Secara keseluruhan, MRT Fase 2A dibagi menjadi tiga paket pekerjaan. Pertama, CP201 yang meliputi jalur dari Bundaran HI, Thamrin, hingga Monas.
Kedua, CP202 yang menghubungkan Harmoni sampai Sawah Besar. Terakhir, CP203 yang mencakup jalur Glodok menuju Kota.
“Progres yang CP 202 per 25 November 2025 progres 60,2%,” kata Division Head of Project Management for Construction (PMC) 1 MRT Jakarta, Sony Desta, di Area Proyek Pembangunan Stasiun MRT Jakarta Sawah Besar, Kamis kemarin, dikutip dari Detik.
Pekerjaan di CP202 menjadi salah satu yang paling menantang.
Pasalnya, terowongan MRT pada paket ini dibuat dengan desain bertingkat atau stacked tunnel, berbeda dari jalur Senayan–Harmoni yang terowongannya dibangun sejajar.
Sony menjelaskan bahwa di Stasiun Harmoni, posisi terowongan masih berdampingan.
Namun saat masuk menuju Stasiun Sawah Besar, jalur mulai bersilangan hingga akhirnya berubah menjadi susunan atas-bawah.
Desain terowongan bertingkat ini otomatis memengaruhi bentuk dan konstruksi stasiunnya.
Dua stasiun yaitu Sawah Besar dan Mangga Besar harus dibangun lebih dalam, mencapai sekitar 28 meter, dan terdiri dari empat lantai untuk menyesuaikan struktur stacked tunnel tersebut.
“Kita bangun stasiun di bawah jalan Gajah Mada, sehingga desain yang kita susun itu adalah desain bertingkat. Jadi kalau kita lihat kedalaman dari stasiun ini, sampai level plafon terbawah itu 28 m. Ini mungkin jadi satu stasiun terdalam saat ini yang kita bangun,” ujar Sony.
Secara keseluruhan, stasiun di CP202 nantinya akan memiliki empat lantai:
Sony mengatakan bahwa desain terowongan bertingkat dipilih karena ruang yang tersedia di kawasan tersebut sangat terbatas.
Area ini dipenuhi gedung-gedung tinggi dengan struktur lama, sehingga menjadi tantangan besar dalam pembangunan MRT CP202.
“Untuk masuk area Harmoni itu masih kiri-kanan, karena di situ lebar jalan Gajah Mada cukup lebar, sehingga kita bisa desain kiri-kanan. Ketika masuk ke jalan Gajah Mada atau area Sawah Besar, ini space jalan mengecil,” jelasnya.
Pekerjaan untuk CP202 sudah dimulai sejak 2022 dan kini telah berjalan tiga tahun.
Saat ini, dua proses pengeboran terowongan dari Stasiun Sawah Besar menuju Stasiun Mangga Besar masih berlangsung.
Karena posisi terowongannya dibuat bertingkat, dua mesin Tunnel Boring Machine (TBM) yang digunakan TBM 1 di bagian bawah dan TBM 2 di bagian atas tidak bisa dioperasikan bersamaan.
TBM 1 diperkirakan selesai mengebor hingga Mangga Besar pada April 2026, sedangkan TBM 2 menyusul pada Juli 2026.
“Untuk target penyelesaian secara operasional keseluruhan, itu CP202 di akhir 2029 kita targetkan. Nanti di Agustus benar-benar, insyaallah kita bisa selesai pekerjaan tunnel untuk fase 2A,” ujar Sony.
Secara keseluruhan, proyek MRT Jakarta terdiri dari empat fase. Fase 1 (Lebak Bulus–Bundaran HI) sudah beroperasi.
Sementara fase lainnya masih dalam tahap pembangunan atau penyiapan.
Adapun fase-fase tersebut meliputi:
Rangkuman AI sedang dibuat…