Usai Pengunjung Mengeluh Susah Cari Driver Ojol, Begini Kata Driver Ojol



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Akibat dari aktivitas mudik yang dilakukan oleh sebagian warga DKI Jakarta selama libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah, para pengemudi ojek online mengalami penurunan jumlah orderan.
Hal ini juga dirasakan oleh Endang (52), salah satu pengemudi ojek online yang ikut merasakan dampaknya.
Ia menyatakan bahwa penurunan jumlah orderan mulai terasa sejak H-3 Lebaran, tepatnya pada Senin (7/4/2024).
Endang, yang biasanya beroperasi di kawasan perkantoran di Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H Thamrin, terpaksa harus mencari orderan di daerah permukiman di Ibu Kota.
“Ya habisnya Jalan Sudirman dan Thamrin sepi banget,” kata Endang saat diinterview pada hari Senin (15/4/2024).
Pada hari ini yang merupakan hari libur terakhir Lebaran, Endang mengungkapkan bahwa situasi yang sama terjadi seperti sebelumnya.
Ia menyoroti bahwa ada nilai plus dan minus dengan sepi nya situasi di Ibu Kota.
Nilai plusnya adalah jika ada orderan, baik itu untuk mengantar orang atau barang, waktu tempuh ke tujuan menjadi lebih singkat karena arus lalu lintas yang lengang.
Namun, nilai minusnya adalah jika jumlah orderan menjadi sepi. Endang menyatakan,
“Kalau orderannya banyak, senang banget. Jadi cepat bolak-baliknya. Tapi, kalau jalanan sepi, orderannya enggak ada, ya enggak enak juga,” katanya.
Situasi ini secara otomatis berdampak kurang baik bagi pendapatan Endang selama sepekan terakhir. Pada hari normal, ia biasanya bisa meraup pendapatan sekitar Rp 250.000 per hari.
Namun, selama momen libur Lebaran, pendapatannya paling tinggi hanya sebesar Rp 150.000 per hari. Sama halnya dengan Endang, Sani (60), seorang pengemudi ojek online lainnya, juga merasakan situasi yang serupa.
Endang menyatakan bahwa pada hari normal, ia bisa membantu 15 penumpang setiap harinya. Namun, selama momen libur Lebaran kali ini, ia hanya dapat mengangkut maksimal sembilan orang penumpang per hari.
Menurutnya, semakin hari semakin banyak penumpang yang ia angkut, karena mungkin saja orang-orang sudah mulai bergerak ke sana ke mari.
Kedua ojol tersebut telah menyadari bahwa konsumen di DKI Jakarta sempat mengalami kesulitan dalam mengakses layanan ojek online beberapa waktu lalu, walaupun belum ditemukan alasan penyebab mengapa hal ini terjadi.
Menurut Sani, situasi ketimpangan antara permintaan dan penawaran tersebut ternyata tidak menguntungkan dan berdampak dengan perekonomian, baik bagi konsumen maupun bagi para pengemudi ojek online itu sendiri.
Rangkuman AI sedang dibuat…