Viral Menu MBG Ketapang Tanpa Nasi, Dijuluki “Menu Diet Gratis” Kepala SPPG Terancam Diganti



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Viral Menu MBG Ketapang tanpa nasi memicu sorotan publik setelah dibagikan kepada ribuan penerima manfaat di Kecamatan Sandai, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut bahkan dijuluki warganet sebagai “Menu Diet Gratis” (MDG) karena dinilai minim dan tidak sesuai ekspektasi.
Menu yang didistribusikan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Sandai pada Jumat (13/2/2026) itu tidak menyertakan nasi.
Dari foto yang beredar di media sosial, isi paket makanan hanya terdiri dari lima potong kentang goreng, telur kukus, tumis wortel-jagung-kacang, beberapa butir kacang tanah goreng, serta sepotong semangka.
Kepala Program MBG Region Kalbar, Agus Kurniawi, membenarkan menu tersebut memang dibagikan dan menyebutnya sebagai kesalahan serius.
“Iya, benar di Kecamatan Sandai. Ini murni kesalahan fatal dari Kepala SPPG yang memaksakan menu itu untuk didistribusikan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Selasa (17/2/2026).
Agus menjelaskan, Kepala SPPG Sandai saat itu menghadapi kendala pada bahan baku yang telah dipesan sehingga dapur memanfaatkan stok yang tersedia. Namun, menurutnya, secara mekanisme bahan baku wajib melalui pengecekan kualitas dan penimbangan agar tidak terjadi kekurangan kuantitas maupun mutu gizi.
“Pengecekan itu wajib dilakukan Kepala SPPG dan diawasi akuntan serta ahli gizi. Kalau bahan tidak tersedia atau bermasalah, seharusnya tidak dipaksakan untuk distribusi,” tegasnya.
Ia menilai keputusan tetap membagikan menu tersebut sebagai kelalaian serius dan mengaku telah memberikan teguran keras.
“Saya sudah marah dan kesal. Menu yang dinantikan penerima manfaat dibuat seperti itu dan tetap dipaksakan. Ini murni kesalahan fatal Kepala SPPG-nya,” katanya.
Dapur SPPG Kecamatan Sandai dikelola Yayasan Gemilang Usaha Kapuas dengan total 3.330 penerima manfaat dari 13 sekolah di Kecamatan Sandai, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA.
Pihaknya kini berkoordinasi dengan Koordinator Wilayah MBG Ketapang serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menentukan sanksi.
“Sampai saat ini masih berkoordinasi terkait sanksi yang akan diberikan. Kemungkinan terbesar Kepala SPPG-nya akan diganti,” ujarnya.
Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan memastikan pengawasan akan diperketat.
“Kami mohon maaf atas kelalaian ini. Ke depan pengawasan akan diperketat agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.
Menu tanpa nasi tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti faktor anggaran hingga harga bahan pokok di daerah.
“mungkin budget daerah hulu sama dengan daerah perkotaan sehingga menyesuaikan yang dapat dibeli dengan uang segitu” tulis akun @dark_smoke**
“jgn khawatir sebab semua SDH di hitung berdasarkan gizi bersyukurlah…..” tulis @k7hill***
“meskipun kek makanan kucing tapi mengeluarkan anggaran ratusan triliun” tulis @bibiija***
“cek dlu harga barang disana, tentu harga barang maha dri perkotaan, sedangkaan bajetnya sama dgn perkotaan Rp. 10.000 perporsi,” tulis akun @lifusfayadi***
Komentar-komentar tersebut memperlihatkan perdebatan publik terkait standar anggaran, harga bahan pangan di daerah, serta kualitas menu dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Rangkuman AI sedang dibuat…