Viral! Siswa SMP Negeri 3 Depok Bawa Meja Lipat hingga Lesehan di Sekolah



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Fenomena siswa SMP Negeri 3 Depok bawa meja lipat ke sekolah menjadi perhatian publik setelah sejumlah murid terlihat belajar secara lesehan di dalam kelas.
Pihak sekolah memastikan kondisi tersebut terjadi secara sukarela akibat keterbatasan fasilitas meja dan kursi di ruang kelas.
Humas SMP Negeri 3 Depok, Nur, menjelaskan bahwa keputusan membawa meja lipat merupakan hasil kesepakatan antara sekolah dan orang tua murid.
Kesepakatan itu dituangkan dalam bentuk surat pernyataan kesediaan.
“Memang itu (membawa meja lipat) atas kesepakatan kami dengan orangtua sih, kan mereka membuat surat pernyataan gitu,” kata Nur saat ditemui di SMP Negeri 3 Depok, Jumat (23/1/2026).
Setelah gedung baru SMP Negeri 3 Depok diresmikan pada Kamis (8/1/2026), sekolah tersebut kini memiliki total 33 ruang kelas.
Namun, belum semua ruang dilengkapi meja dan kursi, sehingga lebih dari 600 siswa terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar secara lesehan.
Nur menjelaskan, kondisi ini tidak terlepas dari pemisahan aktivitas belajar dengan SMP Negeri 33 Depok. Sebelumnya, kedua sekolah tersebut menggunakan fasilitas yang sama.
“Sekarang kan kami sudah pisah, nah sebagian itu memang kursi dan meja dari SMP 33, jadi ya dibawa kembali (ke gedung mereka),” ujarnya.
Pihak sekolah sempat menawarkan solusi pembelajaran dengan sistem sesi pagi dan siang untuk mengatasi keterbatasan sarana. Namun, opsi tersebut tidak disetujui oleh para siswa dan orang tua.
Para murid justru memilih membawa meja lipat agar tetap dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar sejak pagi hari.
“Mereka tidak berkenan dengan sistem sesi, jadi lebih memilih membawa meja lipat supaya tetap bisa masuk jam 06.30 WIB,” kata Nur.
Ia menambahkan, penerapan sistem dua sesi pun dinilai belum cukup mengatasi masalah.
“Sebenarnya untuk 16 kelas (yang ada meja dan kursi) kalau dibuat dua sesi pun itu enggak cukup karena kan total 33 kelas, masih kurang,” ujarnya.
Saat ini, fasilitas meja dan kursi yang tersedia diprioritaskan bagi siswa kelas IX. Kebijakan ini diambil karena siswa kelas akhir akan menghadapi ujian dalam waktu dekat.
“Yang ada meja dan kursi difokuskan di kelas IX dulu karena mereka sebentar lagi ya, dan mau ada ujian juga,” lanjut Nur.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, memastikan pihaknya telah mengetahui kondisi siswa SMP Negeri 3 Depok bawa meja lipat ke sekolah.
Saat ini, Pemkot Depok tengah melakukan pendataan ulang kebutuhan sarana belajar di sekolah tersebut.
Data tersebut akan dibahas dalam rapat lanjutan untuk menentukan waktu pengadaan meja dan kursi. Wahid menargetkan seluruh fasilitas dapat tersedia paling lambat akhir April 2026.
“Selambat-lambatnya akhir April ya karena ini kan sudah akhir Januari, khawatir enggak keburu. Mudah-mudahan April semuanya sudah selesai,” jelas Wahid.
Pemerintah Kota Depok berharap proses pengadaan berjalan lancar agar kegiatan belajar mengajar di SMP Negeri 3 Depok dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan layak bagi seluruh siswa.
Rangkuman AI sedang dibuat…