Viral! Ternyata ini Alasan Utama Demo Nepal Hingga Bakar Rumah Menkeu



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sudah menginjak 1 minggu lamanya, Nepal mengalami kerusuhan secara besar-besaran.
Aksi tersebut berkembang semakin luas hingga berujung ricuh.
Banyak pihak menyebut bahwa alasan utama demo Nepal erat kaitannya dengan gerakan revolusi Gen Z, lantaran sebagian besar peserta adalah anak muda yang merasa tidak puas dengan kebijakan pemerintah.
Beberapa faktor menjadi pemicu protes besar yang kini mengguncang Nepal. Di antaranya adalah kebijakan kontroversial pemerintah terhadap internet, praktik nepotisme yang disorot publik, hingga kasus korupsi yang merajalela.
Selain pemblokiran internet, protes juga dipicu oleh maraknya diskusi daring soal “Nepo Kids”, yakni anak-anak pejabat yang dituding menikmati fasilitas berlebih berkat status orang tua mereka.
Warga Nepal ramai mengunggah foto serta video anak politisi yang dianggap hidup berfoya-foya menggunakan dana pajak rakyat.
Fenomena ini memunculkan gelombang kritik dengan berbagai tagar seperti #NepoKids dan #PoliticiansNepoBabyNepal.
Menurut laporan majalah Time, pemerintah Nepal sempat memblokir 26 platform media sosial populer, termasuk TikTok, Facebook, WhatsApp, dan Instagram.
Langkah ini dilakukan setelah perusahaan penyedia layanan menolak mendaftar ke Kementerian Komunikasi dan Teknologi Informasi.
Aturan tersebut ditujukan agar otoritas bisa mengawasi konten daring.
Namun, mayoritas masyarakat Nepal menilai kebijakan itu mengganggu kebebasan berekspresi.
Dengan jumlah pengguna media sosial yang mencapai 14,3 juta orang pada awal 2025, pemblokiran ini menjadi alasan utama demo Nepal pecah.
Kemarahan warga Nepal semakin memuncak akibat praktik korupsi yang tak kunjung hilang.
Beberapa tahun terakhir, lebih dari satu kasus korupsi besar terbongkar, bahkan melibatkan pejabat tinggi setingkat menteri.
Perbandingan kehidupan sulit rakyat dengan gaya hidup mewah anak pejabat membuat alasan utama demo Nepal semakin kuat.
Itulah 3 alasan kuat Demo Nepal yang terjadi selama sepekan ini.
Gelombang protes yang terjadi di Nepal menunjukkan betapa kuatnya suara generasi muda dalam menuntut perubahan.
Alasan utama demo Nepal, mulai dari pemblokiran media sosial, isu “Nepo Kids”, hingga praktik korupsi, menjadi bukti bahwa masyarakat sudah jenuh dengan kebijakan yang dianggap merugikan.
Rangkuman AI sedang dibuat…