Waspada! Ini 5 Cara Membedakan Siomay Ikan Sapu-sapu dan Tenggiri agar Tidak Tertipu



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Ini dia 5 cara membedakan siomay ikan sapu-sapu dan tenggiri, supaya kalian tidak tertipu!
Masyarakat belakangan dihebohkan dengan munculnya isu penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan campuran siomay yang dijual di pasaran.
Siomay sendiri merupakan salah satu jajanan favorit yang selama ini identik dengan bahan dasar ikan tenggiri yang terkenal gurih dan berkualitas.
Namun, kekhawatiran muncul ketika beredar informasi bahwa ada oknum yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu, yakni jenis ikan yang hidup di dasar perairan dan kerap dianggap tidak layak konsumsi.
Kondisi ini membuat konsumen harus lebih teliti sebelum membeli agar tidak terkecoh oleh tampilan yang sekilas serupa.
Berikut lima cara yang bisa dilakukan untuk membedakan siomay berbahan ikan tenggiri dan ikan sapu-sapu:
Perbedaan paling mudah dikenali adalah dari teksturnya. Siomay berbahan ikan tenggiri memiliki tekstur yang kenyal, lembut, dan terasa padat namun tetap empuk saat digigit.
Kekenyalan ini berasal dari kualitas daging ikan tenggiri yang baik. Sebaliknya, siomay yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu cenderung terasa lebih kasar dan kurang elastis.
Bahkan, saat digigit, teksturnya bisa terasa keras atau mudah hancur karena kualitas daging yang berbeda.
Rasa menjadi indikator penting berikutnya. Siomay dari ikan tenggiri memiliki cita rasa gurih alami yang khas dan aroma yang segar, tidak menyengat.
Sementara itu, siomay berbahan ikan sapu-sapu biasanya memiliki aroma amis yang lebih kuat. Rasanya pun cenderung kurang gurih dan bisa meninggalkan sensasi tidak nyaman di mulut.
Perbedaan ini cukup terasa terutama bagi yang sudah terbiasa mengonsumsi siomay berkualitas.
Dari segi tampilan, siomay berbahan ikan tenggiri umumnya berwarna putih cerah atau sedikit keabu-abuan dengan permukaan yang terlihat bersih dan halus.
Berbeda dengan siomay yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu, warnanya cenderung lebih kusam, agak gelap, dan tampak kurang menarik. Permukaan siomay juga sering terlihat tidak rata atau kurang halus.
Adonan siomay juga bisa menjadi pembeda. Siomay tenggiri biasanya memiliki adonan yang halus, tercampur merata, dan tidak berserat. Saat dipotong, bagian dalamnya terlihat padat dan rapi.
Sebaliknya, siomay dari ikan sapu-sapu cenderung memiliki adonan yang tidak merata, terkadang terlihat berserat, dan kurang padat. Hal ini disebabkan oleh kualitas bahan baku yang berbeda.
Harga sering kali menjadi petunjuk awal yang penting. Siomay berbahan ikan tenggiri umumnya dijual dengan harga yang sedikit lebih tinggi karena bahan bakunya berkualitas.
Jika menemukan siomay dengan harga yang jauh lebih murah dari pasaran, konsumen perlu lebih berhati-hati. Bisa jadi bahan yang digunakan tidak sesuai standar atau dicampur dengan ikan yang kualitasnya lebih rendah.
Di tengah maraknya isu ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam memilih makanan, terutama jajanan yang dijual bebas.
Membeli dari pedagang terpercaya dan memperhatikan ciri-ciri fisik makanan menjadi langkah sederhana namun efektif untuk menghindari risiko.
Selain itu, pengawasan dari pihak terkait juga diharapkan semakin ditingkatkan guna memastikan keamanan pangan tetap terjaga.
Edukasi kepada masyarakat mengenai ciri-ciri bahan makanan yang layak konsumsi juga menjadi kunci penting agar tidak mudah tertipu.
Rangkuman AI sedang dibuat…