1.675 Jiwa Terdampak Banjir Tigaraksa Tangerang, Sungai Meluap hingga 1,5 Meter



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebanyak 512 kepala keluarga (KK) dengan total 1.675 jiwa di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang terdampak banjir akibat cuaca ekstren pada Minggu (5/4/2026). Bencana ini terjadi setelah sejumlah sungai di wilayah tersebut meluap.
“Selama dua hari ini yang memang kita sangat rasakan, baik di hari Minggu maupun hari Senin. Jumlah kepala keluarga ada 512 dengan jumlah jiwa 1.675 jiwa,” kata Camat Tigaraksa, Cucu Abdul Rrosied, Senin (6/4/2026).
Cucu menjelaskan, banjir melanda tujuh desa/kelurahan yakni Desa Margasari, Kelurahan Kadu Agung, Desa Matagara, Desa Pasir Nangka, Desa Pasir Bolang, Desa Cisereh, dan Desa Pematang.
Seluruh wilayah tersebut terdampak akibat luapan sungai yang mengelilingi kawasan permukiman.
“Ini akibat luapan Sungai Cimanceuri, Cipayaeun, dan anak Sungai Ciranjeuen yang mengakibatkan tujuh desa di delapan titik terdampak. Dan terjadi ini akibat meluapnya Sungai Cimanceuri dan kiriman dari wilayah Bogor,” terangnya.
Ia menyebutkan, ketinggian air sempat mencapai hingga 1,5 meter. Namun saat ini, sebagian wilayah mulai berangsur surut.
“Rata-rata ketinggian air terpantau sampai hari ini antara 40 cm, 80 cm, hingga 1,5 meter,” ucapnya.
Selain merendam permukiman warga, banjir juga menyebabkan akses jalan umum di sejumlah titik terputus. Salah satunya terjadi di kawasan industri.
“Akses yang terputus itu ada di kawasan industri. Kebetulan di kawasan Olek itu, pihak perusahaan karena memang ini sudah rutin mereka lakukan, adalah dengan mobil (mobil besar),” paparnya.
Pemerintah Kecamatan Tigaraksa kini tengah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk penanganan dampak banjir, termasuk perbaikan tanggul sungai yang jebol.
“Dan insyaallah nanti di anggaran perubahan ini akan dibangun. Mudah-mudahan itu juga akan menjadi solusi bagaimana di Perumahan Mustika, baik itu Desa Pasir Nangka maupun Desa Matagara ini bisa tertangani dengan baik,” kata Cucu.
Rangkuman AI sedang dibuat…