2 Alasan Perpanjangan SIM Online Ditolak, Wajib Diketahui Sebelum Ajukan Lewat Aplikasi


HAIJAKARTA.ID – Pengajuan perpanjangan SIM kini makin mudah karena bisa dilakukan secara daring lewat aplikasi Digital Korlantas Polri. Namun, tidak semua permohonan berjalan mulus.
Faktanya, ada 2 alasan perpanjangan SIM online ditolak oleh Korlantas.
Jika sudah terjadi, pemohon tidak perlu panik karena masih ada solusi yang disiapkan pihak kepolisian.
Berikut ulasan lengkap mengenai 2 alasan perpanjangan SIM online ditolak serta langkah antisipasinya:
Menurut Kasi SIM Subditregident Ditlantas Polda Jawa Timur, Kompol Adis Dani Garta, salah satu penyebab utama adalah data yang tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan sistem.
Ia menjelaskan, “Ketidakcocokan data bisa memicu penolakan karena sistem tidak bisa memverifikasi identitas pemohon.”
Hal ini bisa terjadi jika ada perbedaan informasi pada SIM lama dengan data E-KTP yang dimasukkan.
Untuk menghindari penolakan, pemohon perlu mengecek kembali data sebelum mengunggah dokumen di aplikasi.
Selain masalah data, dokumen yang tidak lengkap atau kualitas file yang buram juga menjadi alasan utama penolakan.
“Jika dokumen tidak jelas atau ada yang terlewat, pengajuan otomatis akan gagal,” tutur Adis.
Dokumen wajib meliputi e-KTP, SIM lama, tanda tangan, pas foto dengan latar biru, hasil tes kesehatan jasmani, dan tes psikologi.
Pastikan semua berkas diunggah dengan jelas agar sistem dapat memverifikasi dengan benar.
Jika perpanjangan SIM online ditolak, masyarakat bisa kembali mengajukan selama SIM masih berlaku.
Adis menekankan, pemohon perlu memastikan seluruh data dan dokumen sesuai dengan persyaratan.
Namun, jika kegagalan terus terjadi, ia menyarankan agar pemohon mendatangi layanan SIM Keliling atau SATPAS setempat.
Untuk menghindari penolakan, pemohon wajib menyiapkan dokumen berikut:
Berikut langkah-langkahnya melalui aplikasi Digital Korlantas:
Dengan memahami alasan perpanjangan SIM online ditolak dan menyiapkan dokumen dengan benar, masyarakat bisa meminimalkan risiko kegagalan proses.
Rangkuman AI sedang dibuat…