25 Kejadian Bencana di Bogor Terjadi Selama Dua Hari, Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor melaporkan telah terjadi 25 bencana di Bogor akibat cuaca ekstrem dalam dua hari terakhir.
Kejadian tersebut menyebabkan kerusakan rumah dan kendaraan serta mengakibatkan satu warga terluka.
Hujan lebat disertai angin kencang pada Sabtu (9/11) dan Minggu (10/11) menyebabkan berbagai insiden seperti pohon tumbang, longsor, hingga banjir.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatullah, menyatakan bahwa kejadian bencana terbanyak terjadi pada hari Sabtu dengan 19 insiden, sedangkan pada hari Minggu tercatat enam insiden.
“Cuaca ekstrem memang melanda Kota Bogor. Dalam 2 hari sudah terjadi 25 kejadian dengan rincian Sabtu ada 19 peristiwa bencana dan sisanya di hari Minggu,” ujar Hidayatullah pada Senin (11/11/2024).
Jenis bencana yang paling banyak terjadi adalah pohon tumbang, dengan total 14 kejadian.
Selain itu, longsor dan angin kencang tercatat masing-masing sebanyak lima kejadian, sementara banjir terjadi satu kali.
Insiden bencana akibat cuaca ekstrem ini tersebar di lima kecamatan di Kota Bogor, yakni Tanahsareal, Bogor Barat, Bogor Selatan, Bogor Timur, dan Bogor Utara.
Wilayah Bogor Selatan menjadi daerah yang paling terdampak dengan sembilan kejadian.
“Korban luka berjumlah satu orang, seorang pedagang cilok yang tertimpa pohon tumbang di hari Sabtu. Selain itu, ada 12 rumah dan 4 mobil yang mengalami kerusakan, dan 75 jiwa dari 22 kepala keluarga terdampak,” tambah Hidayatullah.
BPBD Kota Bogor segera melakukan penanganan darurat untuk mengatasi dampak bencana, termasuk mengevakuasi pohon tumbang dan memeriksa kondisi di area terdampak.
Dengan cuaca yang tidak menentu, masyarakat diminta untuk waspada, terutama terhadap pohon-pohon yang rentan tumbang serta daerah rawan longsor.
“Kami akan terus memantau situasi dan meminta warga untuk berhati-hati, terutama pada saat hujan deras dan angin kencang,” imbau Hidayatullah.
Cuaca ekstrem yang melanda Kota Bogor ini diharapkan dapat segera mereda, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Rangkuman AI sedang dibuat…