5 Fakta Padel di Jakarta Semakin Booming, Dari Tren Fomo Hingga Gaya Hidup Sehat



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Padel kini mencuri perhatian masyarakat urban Indonesia.
Olahraga ini tak hanya populer di kalangan muda, tetapi juga disukai oleh orang tua karena sifatnya yang ringan namun tetap menyehatkan.
Seiring berjalannya waktu, padel di Jakarta kian banyak diminati dan populer di berbagai kalangan.
Padel merupakan olahraga raket yang menggabungkan unsur tenis dan squash.
Berasal dari Meksiko sejak tahun 1969, olahraga ini diciptakan oleh Enrique Corcuera dengan mengubah lapangan squash pribadinya dan menambahkan sentuhan permainan tenis.
Inilah fakta-fakta Padel di Jakarta semakin digandrungi banyak artis maupun warga Jakarta lainnya:
Di era Gen Z yang serba terhubung, padel kerap disebut sebagai olahraga “Fomo” (Fear of Missing Out). Banyak anak muda merasa tak ingin tertinggal tren, sehingga ikut mencoba olahraga ini.
Hartono Soekwanto, salah satu pegiat padel di Bandung, mengungkapkan bahwa popularitas padel melonjak karena sangat mudah dimainkan dan bisa menjadi media sosialisasi.
“Pertumbuhan padel luar biasa karena bisa dimainkan oleh siapa saja, dari anak-anak sampai lansia,” ujarnya saat ditemui di Lapangan PadelPlush, Cihampelas, Bandung (23/7/2025).
Hartono juga menambahkan bahwa olahraga ini memberi manfaat bagi kesehatan, termasuk untuk penderita diabetes.
“Bermain padel membuat saya lebih bugar dan membantu menstabilkan gula darah,” ungkapnya.
Olahraga padel memberikan efek kardio yang baik tanpa harus memaksa tubuh terlalu keras seperti olahraga lain, karena luas lapangan yang lebih kecil dibanding tenis.
Dengan ukuran lapangan hanya 20 meter x 10 meter, padel relatif ringan dan tidak membuat pemain cepat lelah.
Selain itu, lantai lapangannya dirancang lebih empuk dibandingkan lapangan tenis, sehingga ramah untuk mereka yang berusia di atas 40 tahun.
“Lantainya lebih aman dan sepatu khusus padel juga mendukung kenyamanan sendi, cocok untuk usia lanjut,” jelas Hartono.
Meski terlihat ringan, padel tak bisa dimainkan sembarangan.
Raket padel lebih berat dibanding raket tenis pemula, sehingga pemanasan sangat penting agar terhindar dari cedera.
“Raket padel beratnya 335-355 gram, hampir setara dengan yang digunakan atlet profesional,” ungkap Hartono.
Menurut Hartono, padel saat ini memang tren, tapi lambat laun akan ada seleksi alam.
“Nanti akan terlihat siapa yang hanya ikut-ikutan dan siapa yang serius menjadikan padel sebagai jalan prestasi,” ujarnya.
Kini padel sudah diakui sebagai cabang olahraga prestasi dan masuk dalam naungan KONI.
Rangkuman AI sedang dibuat…