6 Fakta Fenomena Buck Moon 2025 Muncul Malam Ini, Bulan Purnama Khas Bulan Juli yang Menakjubkan!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Fakta fenomena Buck Moon 2025 muncul malam ini di berbagai belahan dunia yang indah.
Fenomena ini merupakan bulan purnama khas bulan Juli yang secara tradisional dikenal dan dinamai oleh masyarakat adat di Amerika Utara.
Berdasarkan informasi Buck Moon tahun ini akan muncul secara astronomis pada pukul 16.36 waktu EDT atau 20.36 GMT, bertepatan dengan tanggal 10 Juli 2025.
Meskipun secara teknis sudah terjadi pada waktu tersebut, bulan baru akan terlihat oleh mata manusia setelah matahari terbenam, yakni ketika bulan mulai terbit dari cakrawala selatan di masing-masing wilayah waktu lokal.
Fenomena ini akan menciptakan pemandangan yang sangat menarik karena bulan tampak penuh, bercahaya terang, dan terlihat sangat rendah di langit malam.
Nama Buck Moon berasal dari pengamatan alam yang dilakukan oleh masyarakat asli Amerika Utara sejak zaman dahulu kala.
Mereka memiliki kebiasaan untuk menamai bulan purnama berdasarkan kejadian alam, siklus musiman, atau perilaku hewan yang umum terjadi pada waktu tertentu setiap tahun.
Bulan Juli disebut sebagai Buck Moon karena pada bulan inilah, rusa jantan (buck) mulai menumbuhkan kembali tanduk mereka yang sebelumnya telah rontok atau meranggas pada musim sebelumnya.
Selain dikenal sebagai Buck Moon, fenomena bulan purnama ini juga dijuluki sebagai Thunder Moon atau Bulan Guntur.
Nama ini merujuk pada kenyataan bahwa di sebagian besar wilayah Amerika Serikat, bulan Juli merupakan musim yang rawan terjadi badai petir, sehingga masyarakat juga mengaitkannya dengan kondisi cuaca yang ekstrem.
Diberi nama oleh masyarakat adat Amerika Utara karena saat ini rusa jantan mulai menumbuhkan tanduk baru.
Thunder Moon karena sering bersamaan dengan badai musim panas.
Amerika Serikat, India, dan berbagai negara di Eropa.
Terjadi bersamaan dengan Major Lunar Standstill (setiap 18,6 tahun), membuat bulan tampak lebih rendah atau tinggi dari biasanya di langit.
Berada di posisi berlawanan dari matahari, menghasilkan purnama penuh dan jalur rendah di langit malam.
Tidak hanya dapat dinikmati oleh penduduk di Amerika Serikat, fenomena Buck Moon juga bisa disaksikan di berbagai belahan dunia.
Di India, misalnya, bulan purnama ini diperkirakan akan terlihat pada pukul 19.42 waktu setempat, dengan waktu pengamatan terbaik adalah antara 30 hingga 60 menit setelah bulan terbit.
Selain itu, sejumlah negara di benua Eropa juga akan memiliki kesempatan yang baik untuk menyaksikan keindahan Buck Moon selama kondisi langit cerah dan tidak tertutup awan.
Fenomena bulan purnama ini terjadi ketika bulan berada tepat berlawanan posisi dengan matahari, yang menyebabkan seluruh permukaan bulan yang menghadap ke bumi menjadi terang dan bercahaya sepenuhnya.
Pada saat seperti ini, bulan akan tampak sangat jelas dan besar, terutama saat baru muncul di cakrawala.
Yang membuat fenomena Buck Moon pada tahun 2025 ini terasa lebih istimewa dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya adalah karena bertepatan dengan fenomena astronomis langka yang disebut dengan Major Lunar Standstill.
Peristiwa ini hanya terjadi sekali dalam 18,6 tahun, di mana gravitasi matahari menarik orbit bulan yang miring ke sudut kemiringan maksimum terhadap ekuator langit bumi.
Akibatnya, selama fase ini, jalur bulan di langit malam terlihat sangat ekstrem, baik sangat rendah maupun sangat tinggi, tergantung dari waktunya dalam satu tahun.
Pada momen Buck Moon ini, bulan akan terlihat sangat rendah di langit malam, menciptakan efek visual yang tidak biasa dan menarik bagi para pengamat langit maupun astronom amatir.
Rangkuman AI sedang dibuat…