Apa Saja Tahapan SKB Non CAT Kesehatan CPNS 2024? Bisa Menggugurkan Jika Tidak Penuhi Standar!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID- Apa saja sih tahapan SKB Non CAT Kesehatan CPNS 2024? Berikut ini beberapa tahapan seleksi yang harus dipenuhi!
Tahapan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Non CAT untuk formasi kesehatan dalam CPNS 2024 melibatkan beberapa prosedur, salah satunya adalah tes kesehatan yang wajib diikuti oleh seluruh peserta.
Tes kesehatan ini sangat penting karena bersifat menggugurkan artinya, apabila hasil penilaian kesehatan peserta tidak memenuhi standar minimum yang ditetapkan oleh instansi penyelenggara, peserta tersebut akan langsung dinyatakan tidak memenuhi syarat, tanpa mempertimbangkan hasil tes lainnya seperti SKD.
Ini menambah tantangan bagi para peserta CPNS di bidang kesehatan untuk memastikan diri lolos di setiap aspek tes ini.
Pemeriksaan kesehatan dalam SKB ini dilakukan secara mendalam dan bersifat status present, yaitu hasil pemeriksaan menggambarkan kondisi kesehatan peserta pada saat tes berlangsung, tanpa mempertimbangkan riwayat kondisi kesehatan sebelumnya.
Dengan kata lain, penilaian akan berdasarkan pada keadaan peserta pada hari pelaksanaan tes. Tahapan-tahapan dalam pemeriksaan kesehatan fisik ini cukup komprehensif dan terdiri dari beberapa aspek berikut:
Pada tahap ini, petugas kesehatan akan melakukan wawancara mendetail untuk mengetahui beberapa informasi medis penting dari peserta, seperti:
Pemeriksaan ini dilakukan secara teliti untuk mengukur beberapa aspek kesehatan fisik, termasuk:
Pemeriksaan kesehatan mental atau kesehatan jiwa juga menjadi bagian penting dalam tes kesehatan ini.
Pada beberapa instansi, pemeriksaan ini bisa dilakukan dalam bentuk wawancara langsung maupun tes tertulis.
Salah satu tes yang digunakan adalah Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Tes MMPI bertujuan untuk menggali dimensi kepribadian dan mendeteksi adanya psikopatologi yang relevan.
Hasil dari tes kesehatan ini akan diberikan bobot tertentu, dengan nilai-nilai sebagai berikut:
Nilai Stakes 4 pada umumnya mengindikasikan bahwa peserta tidak memenuhi standar yang ditetapkan, sehingga berpotensi langsung gugur dari seleksi.
Namun, kebijakan ini juga dapat berbeda di setiap instansi, bergantung pada persyaratan kesehatan yang diterapkan oleh masing-masing institusi yang membuka formasi CPNS.
Setelah peserta melewati Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dan menuju tahapan SKB, banyak yang merasa antusias sekaligus tegang, mengingat tahapan seleksi ini memiliki cakupan yang cukup beragam dan ketat.
Bagi para peserta, mempersiapkan diri dengan baik secara fisik dan mental menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi semua rangkaian pemeriksaan kesehatan ini.
Rangkuman AI sedang dibuat…