Apakah Berbohong Bisa Membatalkan Puasa? Ini Penjelasannya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA. ID – Berbohong adalah perbuatan yang dilarang dalam ajaran Islam.
Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, apakah berbohong dapat membatalkan puasa atau tidak?
Dalam berbagai literatur Islam, berbohong memang termasuk dalam kategori dosa, tetapi tidak secara langsung membatalkan puasa.
Para ulama sepakat bahwa berbohong tidak membatalkan puasa secara hukum fiqih.
Artinya, seseorang yang berpuasa tetapi berbohong, puasanya tetap sah. Namun, perbuatan ini dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala puasa yang dijalankan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh dia meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)
Hadis ini menunjukkan bahwa berbohong saat berpuasa sangat dilarang dan dapat mengurangi esensi serta keberkahan ibadah puasa itu sendiri.
Meskipun berbohong tidak secara langsung membatalkan puasa, ada beberapa hal yang secara syariat dapat membatalkannya, seperti:
Dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani, dijelaskan bahwa dosa seperti berbohong, ghibah, dan fitnah tidak membatalkan puasa secara hukum fiqih, tetapi dapat menghilangkan esensi dari ibadah puasa itu sendiri.
Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin juga menjelaskan bahwa puasa sejati bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga diri dari dosa-dosa, termasuk berbohong.
Jadi, apakah berbohong bisa membatalkan puasa? Jawabannya adalah tidak membatalkan secara fiqih, tetapi dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa.
Oleh karena itu, selain menahan diri dari makan dan minum, umat Islam juga harus menjaga lisan dan hati dari kebohongan agar puasanya benar-benar bernilai di sisi Allah.
Rangkuman AI sedang dibuat…