Arti Kata Stecu yang Viral Lewat Lagu, Apakah Resmi Masuk KBBI? Dosen Linguistik: Saya Pikir Itu Akronim



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Arti Kata Stecu belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial, terutama setelah kata tersebut muncul dalam lirik lagu yang tengah viral.
Banyak warganet penasaran dengan makna sebenarnya dari istilah yang terdengar unik ini.
Kata “stecu” ternyata merupakan istilah gaul yang diciptakan sendiri oleh Faris Adam, seorang kreator konten sekaligus musisi yang memperkenalkannya lewat lagu viral.
Ia menyebut bahwa “stecu” merupakan akronim dari “stelan cuek”, yang berarti memasang sikap acuh tak acuh atau masa bodoh terhadap situasi sekitar.
“Kalau untuk istilah stecu sendiri, itu memang saya buat sendiri,” ujarnya.
Fenomena ini menunjukkan bagaimana kreativitas individu dalam menciptakan istilah baru dapat menyebar luas di masyarakat, terutama jika didukung oleh media digital seperti lagu dan platform media sosial.
Menanggapi kemunculan istilah ini, Dosen Linguistik Universitas Gadjah Mada (UGM), Suhandano, menilai bahwa kata seperti “stecu” dapat dianggap sebagai bagian dari pengayaan kosakata dalam bahasa Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa kata tersebut memperkaya cara penutur muda mengekspresikan sikap tertentu dalam percakapan sehari-hari.
“Saya rasa, hadirnya kata seperti stecu yang merupakan akronim dari ‘stelan cuek’ bisa menjadi tambahan dalam kosakata kita,” ungkapnya.
Menurutnya, meskipun masih digunakan terbatas oleh kalangan tertentu, istilah ini memiliki potensi untuk diterima secara luas, terutama karena lagu yang memuat kata itu telah ditonton jutaan kali.
Penggunaan akronim atau singkatan dalam bahasa gaul sebenarnya bukan hal baru. Sebelum istilah stecu, sudah banyak kata lain yang muncul dengan pola serupa, seperti “mager” (malas gerak), “baper” (bawa perasaan), “julid”, dan “kepo”.
Beberapa dari istilah ini bahkan telah diakui dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karena penggunaannya yang sangat luas.
Berdasarkan data dari Balai Bahasa Provinsi Maluku (2022), sejumlah akronim gaul telah diakomodasi oleh KBBI seiring meningkatnya frekuensi pemakaian mereka dalam komunikasi sehari-hari.
Terkait kemungkinan masuknya arti kata stecu ke dalam KBBI, Suhandano menyampaikan bahwa KBBI bertugas merekam seluruh kosakata dalam bahasa Indonesia, termasuk bahasa tidak baku maupun kata prokem.
“Selama kata itu dipakai oleh masyarakat dan terekam dalam korpus bahasa Indonesia, maka ada kemungkinan untuk masuk ke dalam KBBI,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa ketika sebuah kata masuk ke KBBI, maka informasi seperti ragam penggunaan akan disertakan, misalnya jika kata itu termasuk dalam bahasa percakapan informal.
Dengan viralnya istilah “stecu” melalui lagu dan media sosial, kita bisa m
Rangkuman AI sedang dibuat…