Bamus Suku Betawi 1982 Ikut Andil Calonkan Lima Kandidat Pilkada DKI Jakarta 2024



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Badan Musyawarah (Bamus) Suku Betawi 1982 mengajukan lima kandidat Pilkada 2024.
Nama-nama usulan sebagai calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta antara lain adalah Marullah Matali, Lutfi Hakim, Zainuddin, Dailami Firdaus, dan Moh. Ihsan.
Ketua Umum Bamus Suku Betawi 1982, Zainuddin, menjelaskan bahwa nama-nama tersebut akan diajukan kepada para pimpinan partai politik. Berikut adalah profil singkat para kandidat:
Zainuddin menyatakan bahwa usulan nama-nama ini merupakan hasil dari konsolidasi dengan para sesepuh dan tokoh adat Betawi, dalam rangka menyongsong sukses Pilkada 2024.
Usulan ini diharapkan dapat berkontribusi pada keberlanjutan peradaban Betawi yang telah ada sejak 3.000 tahun lalu.
Suku Betawi, sebagai salah satu suku asli Nusantara dengan populasi sekitar 7 juta jiwa, menempati urutan keenam dari 1.340 suku di Indonesia.
Di Jakarta, suku Betawi berada di urutan kedua dengan populasi sekitar 3 juta jiwa atau 27 persen dari total populasi Jakarta.
“Di dalam sistem demokrasi Indonesia, suara suku Betawi memiliki peran yang sangat menentukan dalam pemilihan presiden, pemilihan legislatif, dan pemilihan kepala daerah,” kata Zainuddin dalam jumpa pers bertema “Suku Betawi Menyongsong Sukses Pilkada 2024 di Jakarta.”
Zainuddin menambahkan bahwa dengan disahkannya UU Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), kedudukan suku Betawi sebagai Putra Asli Daerah semakin ditekankan.
UU ini juga menempatkan budaya Betawi sebagai prioritas bersama suku-suku lain yang tinggal di Jakarta.
“Dengan kedudukan tersebut, suku Betawi kini memiliki hak untuk mendapat ruang dan pelibatan langsung dalam spektrum politik dan pemerintahan,” ujar Zainuddin.
Seruan “Vox Betawi Vox Dei, No Betawi No Party” yang berarti “Betawi adalah Suara Tuhan, Tanpa Betawi Tidak Ada Pesta Demokrasi” menjadi semangat utama dari usulan ini.
Melalui usulan ini, suku Betawi berharap dapat berperan lebih dalam menentukan arah masa depan Jakarta, serta memastikan budaya dan nilai-nilai Betawi tetap terjaga dan dihormati dalam setiap aspek kehidupan.
Rangkuman AI sedang dibuat…