Baru! Sound Horeg Ganti Nama Jadi Karnaval Sound Indonesia, Pengusaha Sepakat Patuhi Aturan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Usai kontroversial yang terjadi beberapa waktu lalu, akhirnya sound horeg ganti nama menjadi Karnaval Sound Indonesia.
Perubahan nama ini ditandai dengan dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Lapangan Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, pada Selasa malam, 29 Juli 2025.
Pertemuan ini digelar dalam rangka tasyakuran desa sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia.
Langkah ini merupakan respons atas berbagai kritik dari masyarakat, termasuk fatwa haram dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur yang menilai sound horeg banyak menimbulkan gangguan dibandingkan manfaatnya.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh daerah seperti Bupati Malang M. Sanusi, Forkopimcam Turen, kepala desa se-Kecamatan Turen, serta tokoh agama dan masyarakat.
Dalam forum ini, diputuskan secara resmi bahwa istilah “sound horeg” akan diganti menjadi Karnaval Sound Indonesia.
Salah satu pengusaha, David Stefan dari Blizzard Audio, menyatakan, “Kami sepakat mengganti istilah sound horeg menjadi Karnaval Sound Indonesia agar lebih diterima semua kalangan.”
Ia juga menambahkan bahwa istilah “horeg” sendiri sebenarnya berasal dari masyarakat, bukan dari para pengusaha sound system.
Pengumuman perubahan nama dilakukan oleh kelompok pengusaha sound system yang tergabung dalam Tim Sotok Audio, antara lain Blizzard Audio, Brewog Audio, ND Audio, RWJ Audio, BJ Hunter Audio, FW Pro Audio, JRT Audio, KF Pro Audio, Ugra Tani Audio, ABD Audio, dan H Pro Audio.
Dalam sebuah video yang diunggah akun @sound_system_battle, perwakilan Tim Sotok menyampaikan, “Ke depannya kami akan patuh pada aturan di setiap daerah.
Masing-masing wilayah punya kebijakan sendiri, dan kami siap menyesuaikan.”
David Stefan mengakui bahwa banyak kritikan telah memengaruhi komunitas sound horeg.
Oleh sebab itu, pengusaha sepakat melakukan rebranding agar tidak lagi memicu polemik.
“Kami ingin ke depan tidak ada lagi keributan soal sound. Tujuan kami hanya menghibur masyarakat,” ujarnya.
Penggantian nama ini diharapkan bisa menjadi awal baru bagi eksistensi komunitas sound system yang selama ini dikenal karena volume tinggi dan acara-acara jalanan yang kontroversial.
Dengan nama baru dan semangat baru, para pelaku usaha siap bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat.
Rangkuman AI sedang dibuat…