Begini Kisah Waluh Kukus yang Trending di X, Diangkat ke Layar Lebar



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Media sosial kembali diramaikan dengan kisah legendaris “Waluh Kukus di Twitter”, yang kini resmi akan diangkat menjadi film layar lebar.
Cerita ini awalnya viral lewat sebuah utas (thread) yang ditulis oleh akun @ainayed pada Juli 2021 dan berhasil menguras air mata para pembaca di Twitter (kini X).
Tokoh Yati dalam thread itu pun menjadi ikon yang membekas di ingatan warganet.
Setiap kali ada foto waluh kukus muncul di linimasa, pengguna media sosial selalu teringat pada kisah menyayat hati tentang perjuangan, kemiskinan, dan harga diri seorang anak kecil.
Kini, kisah penuh emosi tersebut akan segera diadaptasi menjadi film oleh Falcon Pictures, sebagaimana diumumkan lewat akun resmi X mereka, @falconpictures, pada 10 November 2025.
Kisah Waluh Kukus di Twitter pertama kali diunggah oleh @ainayed pada 17-18 Juli 2021.
Dalam utasnya, ia menulis pengalaman masa kecil yang membuatnya trauma terhadap makanan sederhana itu.
Dalam ceritanya, keluarga @ainayed hidup dalam kemiskinan. Ibunya hanya bekerja serabutan, sementara ayahnya telah meninggalkan rumah.
Suatu hari, sang ibu membantu panen labu kuning dan mendapat upah dua buah waluh yakni satu kecil, satu besar.
Karena belum matang, labu itu disimpan selama dua bulan. Setelah matang, ibunya kemudian mengukus waluh tersebut dan meminta anaknya membawa wadah kosong untuk berbagi makanan dengan anak-anak yang sedang tadarus di langgar (musala).
Namun, bukannya disambut gembira, waluh kukus itu malah diejek. Seorang anak bernama Yati dengan lantang berkata makanan itu menjijikkan dan mirip kotoran.
Akun @ainayed yang mendengar ucapan itu tidak terima.
Ia membalas ucapan Yati dengan nada marah, namun Yati malah menertawakannya bersama teman-temannya. Setelah kegiatan tadarus selesai, waluh kukus yang dibawa tetap utuh hampir satu ember penuh.
Ia pun memutuskan memakannya sendiri agar sang ibu tidak kecewa.
Namun tubuhnya yang kecil tak mampu menelan banyak, hingga akhirnya ia memuntahkan sebagian.
Di perjalanan pulang yang gelap, ia tersandung, dan waluh kukus itu tumpah ke tanah. Dalam kepanikan dan tangis, ia membuang sisanya ke selokan agar tidak ketahuan.
Ketika tiba di rumah, ia mengaku pada ibunya bahwa ia jatuh.
Saat ibunya bertanya apakah makanan itu habis dimakan anak-anak, ia menyebutkan beberapa nama agar ibunya senang.
Mendengar itu, sang ibu bersyukur berkali-kali karena mengira makanannya diterima dengan baik.
Sejak saat itu, penulis mengatakan bahwa ia tak pernah lagi menyentuh waluh kukus seumur hidupnya.
Kisah Waluh Kukus di Twitter dianggap sebagai salah satu cerita paling menyentuh di media sosial Indonesia.
Tidak hanya karena kesedihan dan kesederhanaannya, tetapi juga karena gambaran tulus antara ibu dan anak dalam menghadapi kemiskinan.
Kini, Falcon Pictures mengumumkan bahwa film adaptasi Waluh Kukus sedang diproduksi, meski belum ada tanggal resmi penayangannya.
Meski begitu, unggahan pengumuman tersebut telah mendapat lebih dari 197 ribu penonton di X hanya dalam waktu sehari.
Banyak pengguna Twitter menulis ulang potongan dialog dan mengunggah ulang meme bertema “Yati dan waluh kukus”, sebagai bentuk nostalgia terhadap cerita yang dulu sempat trending nasional.
Sejumlah pengguna X menuliskan kembali rasa haru mereka.
“Setiap lihat waluh kukus, rasanya masih sesak. Cerita itu bikin aku nangis di tengah malam,” tulis salah satu pengguna.
Ada pula yang mengatakan bahwa kisah tersebut mengingatkan pada masa kecil penuh perjuangan.
“Film ini pasti bikin nangis berjamaah. Kisah sederhana, tapi menusuk hati,” ujar akun lainnya.
Falcon Pictures belum mengungkap siapa pemeran utama dalam film ini, namun warganet sudah ramai menebak dan mengajukan nama aktris yang cocok untuk memerankan Yati kecil dan sang Ibu.
Rangkuman AI sedang dibuat…