BMKG Buka Suara Soal Jakarta Terasa Sangat Panas, Terasa Seperti 41 Derajat Celcius!


HAIJAKARTA.ID- BMKG buka suara soal Jakarta terasa sangat panas disbanding biasanya.
Meski suhu udara tercatat berada di kisaran 33 hingga 34 derajat Celsius, suhu yang dirasakan tubuh atau feels like temperature dilaporkan menembus angka 40 hingga 41 derajat Celsius pada Selasa (12/5).
Fenomena ini membuat kondisi siang hari terasa lebih gerah dan menyengat, terutama di kawasan padat perkotaan dengan minim ruang hijau.
Berdasarkan pemantauan sejumlah aplikasi cuaca seperti Google Weather dan AccuWeather, suhu aktual di Jakarta memang tidak tergolong ekstrem.
Namun tingkat kelembapan udara yang tinggi membuat panas terasa jauh lebih berat bagi tubuh manusia.
Menurut data aplikasi AccuWeather, suhu udara Jakarta siang hari mencapai sekitar 34 derajat Celsius, tetapi suhu yang dirasakan menyentuh 41 derajat Celsius.
Sementara Google Weather mencatat suhu sekitar 33 derajat Celsius dengan suhu terasa mencapai 40 derajat Celsius.
Di sisi lain, data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG menunjukkan suhu maksimum Jakarta berkisar antara 30 hingga 33 derajat Celsius.
Istilah feels like atau suhu terasa merupakan ukuran yang menggambarkan bagaimana suhu benar-benar dirasakan oleh tubuh manusia, bukan hanya angka temperatur udara biasa.
Ahli meteorologi Cyrena Arnold menjelaskan bahwa kulit manusia merespons kondisi udara berdasarkan proses penguapan air pada tubuh.
Saat kelembapan tinggi, keringat menjadi lebih sulit menguap sehingga tubuh terasa lebih panas.
BMKG juga menjelaskan bahwa suhu terasa dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:
Ketika udara lembap dan panas terjadi secara bersamaan, tubuh manusia kesulitan mendinginkan diri secara alami. Inilah yang membuat suhu terasa jauh lebih tinggi dibanding suhu sebenarnya.
Sebagai negara tropis dan kepulauan, Indonesia memiliki tingkat kelembapan udara yang relatif tinggi sepanjang tahun.
Kondisi geografis yang dikelilingi lautan hangat membuat kandungan uap air di atmosfer meningkat.
Selain itu, intensitas penyinaran matahari di wilayah tropis juga menjadi faktor utama meningkatnya rasa panas.
Curah hujan yang tinggi turut memperbesar kandungan uap air di udara sehingga kondisi gerah lebih mudah terjadi.
Fenomena panas menyengat beberapa hari terakhir juga dipengaruhi berkurangnya potensi hujan di sejumlah wilayah Jabodetabek.
BMKG sebelumnya telah memprediksi cuaca panas akan lebih dominan pada awal Mei 2026.
Cuaca panas ekstrem dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bila masyarakat terlalu lama beraktivitas di luar ruangan tanpa perlindungan.
Beberapa dampak yang perlu diwaspadai antara lain:
Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan pekerja lapangan menjadi pihak yang paling berisiko mengalami dampak cuaca panas.
BMKG mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari, terutama pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB ketika suhu berada di titik tertinggi.
Fenomena suhu terasa tinggi ini diperkirakan masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan seiring kondisi cuaca panas dan tingkat kelembapan udara yang masih tinggi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…