Bukan Daging Sapi, Pabrik Bakso di Bekasi Pakai Jeroan Demi Raup Untung Fantastis



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Pabrik bakso di Bekasi, Jawa Barat, terungkap menggunakan jeroan sapi sebagai bahan baku utama untuk menekan biaya produksi.
Hal ini disampaikan oleh Kasubdit I Indag Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, AKBP Victor Inkiriwang, pada Rabu (7/8/2024).
“Bukan daging sapi, pengelola bakso menggunakan jeroan dari leher atau kerongkongan sapi dicampur tapioka. Adonannya dijadikan bakso supaya tekan biayanya,” ujar Victor.
Pabrik yang dikelola oleh pria berinisial MT (43) ini mendapatkan keuntungan besar dari cara curangnya.
MT berhasil meraup keuntungan sekitar Rp 15 juta per bulan dari produksi bakso kemasan yang menggunakan jeroan dan tepung tapioka.
“Keuntungan yang didapatkan sekitar 15Juta dan masuk kantong pribadi,” tutur Victor.
Selain tidak menggunakan daging sapi sebagai bahan baku, bakso yang diproduksi di pabrik MT juga tidak memiliki izin edar.
Pabrik tersebut juga tidak memiliki sertifikasi halal dan sertifikasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
“Memang kemasan ini bermasalah dari segini kehalalan, izin edar dan sertifikat BPOM. Belum memenuhi syarat intinya,” ucap Victor.
Atas perbuatannya, MT telah ditetapkan sebagai tersangka.
Ia akan mengantongi sejumlah pasal yakni Pasal 141 dan Pasal 142 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan serta Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
Rangkuman AI sedang dibuat…