Danantara Gelontorkan Investasi Rp15 Triliun, Proyek Sampah Jadi Listrik di Jakarta!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKAJARTA.ID- Danantara gelontorkan investasi Rp15 triliun untuk proyek pengelolaan sampah?
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menyatakan kesiapan untuk mengucurkan investasi besar senilai USD 1 miliar atau setara sekitar Rp15 triliun guna mendukung proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (waste to energy) di Jakarta.
Informasi ini disampaikan melalui program ekonomi bisnis yang ditayangkan oleh CNBC Indonesia.
Proyek tersebut dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab dua tantangan besar perkotaan sekaligus, yakni penumpukan sampah dan kebutuhan energi yang terus meningkat.
Sebagai kota metropolitan dengan jumlah penduduk lebih dari 10 juta jiwa, Jakarta menghadapi persoalan sampah yang kompleks.
Setiap harinya, volume sampah yang dihasilkan bisa mencapai ribuan ton. Sebagian besar masih berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), seperti Bantargebang, yang kapasitasnya semakin terbatas.
Kondisi ini mendorong pemerintah dan investor untuk mencari solusi inovatif. Salah satunya adalah dengan mengembangkan teknologi pengolahan sampah berbasis energi yang tidak hanya mengurangi volume limbah, tetapi juga memberikan nilai tambah berupa listrik.
Waste to Energy: Solusi Dua Masalah Sekaligus
Konsep waste to energy memungkinkan sampah diolah melalui teknologi tertentu, seperti insinerasi (pembakaran terkontrol) atau gasifikasi, untuk menghasilkan energi listrik.
Metode ini telah banyak diterapkan di berbagai negara maju sebagai solusi pengelolaan sampah modern.
Dengan investasi besar dari Danantara, proyek ini diharapkan mampu:
Selain itu, proyek ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah Indonesia dalam percepatan transisi energi bersih serta pengurangan emisi karbon.
Masuknya investasi hingga USD 1 miliar menunjukkan bahwa sektor pengolahan sampah kini semakin dilirik sebagai peluang ekonomi strategis.
Tidak hanya berdampak pada lingkungan, proyek ini juga membuka peluang ekonomi baru, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pengembangan industri teknologi hijau.
BPI Danantara sebagai lembaga pengelola investasi memiliki peran penting dalam mengarahkan dana ke sektor-sektor produktif dan berkelanjutan.
Langkah ini juga mencerminkan tren global di mana investasi berbasis ESG (Environmental, Social, and Governance) semakin menjadi prioritas.
Proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik sebenarnya telah lama didorong oleh pemerintah melalui berbagai regulasi.
Salah satunya adalah Peraturan Presiden terkait percepatan pembangunan instalasi pengolah sampah menjadi energi listrik di kota-kota besar.
Kementerian terkait seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga terus mendorong pemanfaatan energi terbarukan dari limbah sebagai bagian dari strategi nasional.
Meski menjanjikan, proyek waste to energy tidak lepas dari tantangan. Beberapa isu yang kerap muncul antara lain:
Skema tarif listrik yang harus kompetitif
Namun dengan dukungan investasi besar dan kolaborasi lintas sektor, tantangan tersebut diharapkan dapat diatasi secara bertahap.
Jika proyek ini berjalan sukses, Jakarta berpotensi menjadi contoh bagi kota-kota lain di Indonesia dalam mengelola sampah secara modern dan berkelanjutan.
Kota-kota besar seperti Surabaya, Bandung, dan Medan juga menghadapi masalah serupa dan membutuhkan solusi inovatif.
Ke depan, pengembangan proyek serupa bisa menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan kota pintar (smart city) yang mengintegrasikan aspek lingkungan, energi, dan teknologi.
Dalam jangka panjang, proyek ini diharapkan mampu memberikan manfaat luas, antara lain:
Transformasi ini menjadi langkah penting menuju kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan.
Rangkuman AI sedang dibuat…