Dinkes DKI Pastikan Belum Ada Kasus Campak di Jakarta, Warga Tetap Diminta Waspada


HAIJAKARTA.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus positif campak di wilayah Ibu Kota. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada karena penyakit tersebut telah terdeteksi di sejumlah daerah sekitar Jakarta.
“Campak saat ini di Jakarta belum ditemukan ada yang positif,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Ani Ruspitawati, dikutip dari Antara pada Rabu, (11/3/2026).
Ani menjelaskan kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama menjelang Idulfitri, ketika aktivitas masyarakat dan interaksi antarindividu biasanya meningkat.
Menurutnya, kelompok yang paling rentan terhadap penularan campak adalah bayi dan anak-anak. Ia juga mengimbau para orang tua melakukan pengawasan dengan benar.
“Lebaran, ketika ramai, biasanya banyak berinteraksi antara satu dengan yang lain. Kelompok paling rentan adalah anak-anak. jadi bayi dan anak-anak yang harus kita jaga benar,” ucap Ani.
Dinkes DKI Jakarta juga terus melakukan pemantauan secara berkala melalui sistem surveilans di sejumlah fasilitas kesehatan.
Apabila ditemukan pasien dengan gejala yang mengarah pada campak, petugas akan segera melakukan pemeriksaan laboratorium untuk memastikan diagnosisnya.
“Ada beberapa lokasi faskes yang menjadi lokasi surveilans Severe Acute Respiratory Infection (SARI)-nya. Nanti yang memang kami temukan yang berjalan, kita cek di laboratorum,” jelas Ani.
Sebelumnya, pada September 2025, Dinkes DKI mencatat terdapat 218 kasus campak di Jakarta tanpa laporan kematian.
Salah satu wilayah dengan temuan kasus cukup banyak adalah Kelurahan Kapuk dengan total 38 kasus positif.
Sebagai langkah penanggulangan, Dinkes DKI juga telah menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi massal campak yang menyasar sekitar 9.000 anak.
Hingga September 2025, cakupan imunisasi campak di Jakarta tercatat mencapai sekitar 77,22 persen.
Dilansir dari sumber informasi kesehatan, campak adalah infeksi virus yang sangat menular pada saluran pernapasan, sering menyerang anak-anak, namun bisa juga dialami orang dewasa. Ciri khas utamanya meliputi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah (konjungtivitis), dan munculnya ruam merah kecokelatan yang menyebar ke seluruh tubuh setelah 3-5 hari.
Gejala biasanya muncul 1-2 minggu setelah terpapar virus:
Rangkuman AI sedang dibuat…