Dinkes Kota Depok: Waspadai Lonjakan Kasus DBD, Dua Meninggal Dunia



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Dinas Kesehatan Kota Depok memberikan peringatan serius terkait lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah mereka.
Dua orang telah meninggal dunia dan 723 orang telah terkonfirmasi terkena DBD.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, kasus DBD mengalami peningkatan yang signifikan pada Maret 2024.
Namun, hingga awal April, laporan belum sepenuhnya terdata, karena sebagian besar akan tercatat pada akhir bulan atau awal bulan depan.
“Maret ini ada penambahan yang naiknya cukup drastis, jumlahnya mencapai 723 kasus,” kata Mary pada Jumat (19/4/2024).
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Depok untuk tahun 2024, terdapat 202 kasus DBD pada Januari, 328 kasus pada Februari, dan lonjakan menjadi 723 kasus pada Maret. Kenaikan ini dari bulan ke bulan menjadi perhatian serius pihak berwenang.
“Kasus ini cukup merata jadi bisa terkena kepada anak, orang dewasa, maupun usia lanjut,” tambah Mary.
Dinkes Kota Depok juga mendapat laporan mengenai dua kasus kematian akibat DBD. Kasus pertama terjadi pada Januari 2024, sementara kasus kedua terjadi pada April 2024.
“Kasus yang meninggal itu ada satu di Januari, tapi saya dapat laporan di April ini ada satu yang meninggal dunia, jadi ada dua kasus laporan,” ucap Mary.
Mary menyarankan bahwa penanganan yang tertunda mungkin menjadi penyebab utama kematian akibat DBD.
Dia menegaskan pentingnya waspada, karena pada hari kelima atau ketujuh dari penyakit ini, demam seringkali menurun sebelum kembali meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok ini juga menjelaskan bahwa pada tahap tersebut, penurunan demam merupakan tanda kritis yang memerlukan penanganan cepat oleh tenaga medis.
Oleh sebab itu ia menekankan pentingnya pemantauan dan penanganan medis yang tepat pada tahapan kritis penyakit tersebut.
Rangkuman AI sedang dibuat…