Hati-hati! Wabah Campak di Jakarta Melonjak Naik, Terbanyak di Kapuk Cengkareng



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebanyak 21 kasus wabah campak di Jakarta ditemukan di Kelurahan Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat.
Jumlah tersebut menjadi yang paling tinggi dibandingkan wilayah lain di Jakarta Barat.
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari, mengungkapkan bahwa saat ini terjadi peningkatan signifikan kasus campak di wilayah tersebut.
Ia menegaskan, kondisi itu menjadi perhatian utama pihaknya.
“Memang ada peningkatan kasus campak, khususnya di Kapuk, Cengkareng. Dari semua wilayah di Jakarta Barat, Kapuk menjadi sorotan utama kami,” ujarnya saat ditemui di GOR Kebon Jeruk, Kamis (28/8/2025).
Meski jumlah kasus meningkat, Erizon memastikan situasi ini belum ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB).
Namun, ia menekankan jika jumlahnya terus bertambah, langkah cepat akan segera diambil sesuai arahan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto.
“Kalau melihat kondisi saat ini, arahnya memang bisa menuju KLB. Dalam waktu dekat, saya akan meminta instruksi dari wali kota. Jika kasusnya signifikan, tentu pak wali akan mengeluarkan arahan resmi,” tuturnya.
Selain penanganan medis, Sudinkes Jakbar juga menggencarkan sosialisasi serta edukasi kepada masyarakat.
Erizon menilai, upaya ini harus melibatkan media dan komunitas agar pesan pencegahan wabah campak di Jakarta bisa tersampaikan dengan luas.
“Kami tidak bisa hanya menyampaikan informasi di ruangan tertutup. Sosialisasi harus lebih masif, melibatkan media dan komunitas supaya pencegahan benar-benar dipahami masyarakat,” jelasnya.
Anak usia balita hingga 12 tahun disebut paling rentan terdampak penyakit ini.
Erizon meminta orangtua segera membawa anak ke fasilitas kesehatan apabila ditemukan gejala campak.
“Kami mengingatkan masyarakat, jika ada anggota keluarga yang menunjukkan tanda campak, segera bawa ke Puskesmas. Supaya anak bisa cepat ditangani,” imbuhnya.
Hal senada juga disampaikan Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan, Prima Yosephine.
Ia meminta orangtua tidak menunda pemeriksaan jika anak menunjukkan gejala demam disertai bercak merah di kulit.
“Kalau anak atau keluarga mengalami demam dengan bercak merah, batuk, pilek, dan mata merah, segera bawa ke Puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat. Jangan dibiarkan di rumah,” tegas Prima.
Menurutnya, langkah tersebut sangat penting agar penyebaran wabah campak di Jakarta tidak meluas.
Pasalnya, tingkat penularan campak bahkan disebut lebih cepat daripada Covid-19.
Adapun ciri-ciri gejala penyakit campak yang harus diwaspadai adalah:
Rangkuman AI sedang dibuat…