Indonesia Bisa Saksikan Gerhana Bulan Total 7 September 2025, Catat Jamnya!



Gadget kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari. Anak melihat orang tua menggunakan ponsel, menonton video, melakukan video call, hingga menggunakan perangkat digital sebagai bagian dari aktivitas keluarga. Tidak heran jika sejak kecil anak mulai tertarik dengan layar. Bagi sebagian orang tua, gadget bahkan sering menjadi solusi cepat ketika anak sedang bosan, rewel, […]

HAIJAKARTA.ID – Memilih casing yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan setelah menggunakan iPhone 18. Selain melindungi bodi smartphone dari goresan dan benturan ringan, casing juga sebaiknya tetap nyaman digunakan tanpa membuat perangkat terasa terlalu tebal. Salah satu merek yang bisa menjadi pilihan adalah TORRAS, yang menghadirkan berbagai casing iPhone 18 dengan desain […]

Memilih dan mengetahui percetakan buku di Jakarta Selatan maupun di daerah lain yang berkualitas merupakan suatu hal yang penting bagi para dosen. Pemilihan penerbit atau percetakan yang tepat akan mampu membantu proses publikasi karya tulis maupun naskah agar lebih lancar sehingga tidak mengalami kerugian di masa depan. Berikut ini yang tidak informasi selengkapnya mengenai percetakan […]
HAIJAKARTA.ID – Fenomena langit langka akan kembali hadir pada Minggu (7/9/2025).
Peristiwa langka ini akan ditandai dengan adanya gerhana Bulan total atau blood moon.
Gerhana bulan total ini terjadi ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus sehingga cahaya Matahari terhalang Bumi menuju Bulan.
Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, menegaskan bahwa gerhana matahari 7 September dapat disaksikan di Indonesia.
“Fenomena ini bisa terlihat di berbagai wilayah Indonesia pada malam hari tanggal 7 September 2025,” jelas Thomas.
Ia menuturkan, gerhana akan berlangsung lebih dari tiga jam. Fase awal dimulai pukul 23.27 WIB, kemudian fase total terjadi sekitar pukul 00.30 WIB hingga 01.52 WIB.
Fenomena gerhana matahari 7 September terdiri atas beberapa fase: penumbra, sebagian, dan total.
Pada fase total, Bulan tampak berwarna merah darah sehingga disebut blood moon.
“Bulan memang berada di bayangan Bumi, namun tetap berwarna merah, bukan gelap total,” kata Thomas.
Dampaknya pada Bumi sama seperti Bulan purnama maupun Bulan baru, yakni memicu kenaikan pasang laut. Meski begitu, fenomena ini aman disaksikan tanpa alat bantu khusus.
Menurut Thomas, istilah blood moon muncul karena warna Bulan yang tampak merah menyala.
Warna ini muncul akibat pembiasan cahaya Matahari oleh atmosfer Bumi, yang membuat Bulan tetap terlihat meski berada dalam bayangan.
“Gerhana Bulan total dan sebagian bisa disaksikan langsung tanpa teleskop,” tambahnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…