Jakarta Alami 144 Insiden Kebakaran Selama Ramadhan 2024, Penyebab Utama Mayoritas Korsleting



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Selama bulan Ramadhan 1445 Hijriah, DKI Jakarta tercatat mengalami 144 insiden kebakaran mulai dari tanggal 12 Maret hingga 9 April 2024.
Menurut Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, penyebab mayoritas kebakaran adalah korsleting listrik.
“(Korsleting) listrik masih menjadi tertinggi sebesar 90 kejadian, gas 17 kasus, akibat (puntung) rokok enam kasus,” ungkap Satriadi dalam keterangan resminya pada Jumat (19/4/2024).
Selain itu, faktor lain yang menjadi penyebab kebakaran adalah pembakaran sampah dan penggunaan lilin.
Ada tiga kejadian kebakaran akibat pembakaran sampah dan satu kejadian karena lilin. Selain itu, terdapat 27 kasus lainnya yang disebabkan oleh faktor lain yang tidak secara spesifik disebutkan.
Dari total 144 kebakaran tersebut, wilayah dengan frekuensi kejadian tertinggi terjadi di Jakarta Timur, diikuti oleh Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Satriadi juga menjelaskan bahwa objek yang terbakar meliputi berbagai jenis bangunan, termasuk bangunan perumahan, instalasi luar gedung, bangunan umum dan perdagangan, kendaraan, lapak, bangunan industri, tanaman, sampah, dan lain-lain.
Meskipun jumlah kebakaran mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 154 kebakaran pada Ramadhan 2023, Satriadi tetap mengingatkan pentingnya upaya pencegahan kebakaran.
Dia mengapresiasi upaya Satuan Tugas (Satgas) Gulkarmat Kelurahan dan Kepala Sektor Gulkarmat Kecamatan yang telah melakukan sosialisasi pencegahan kebakaran secara masif.
Pada tahun 2023, Jakarta Selatan menjadi wilayah dengan jumlah kebakaran tertinggi, diikuti oleh Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Utara.
Rangkuman AI sedang dibuat…