Jakarta Mulai Kemarau, Tapi Hujan Masih Turun? Ini Penjelasan Lengkap dari BMKG



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Jakarta mulai kemarau, tapi hujan masih turun? Warga Jakarta belakangan ini dibuat bingung oleh kondisi cuaca yang tidak menentu.
Di satu sisi, musim kemarau disebut sudah mulai datang, tetapi di sisi lain hujan masih sering mengguyur, terutama pada sore hingga malam hari.
Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan ilmiah yang cukup kompleks dan berkaitan dengan dinamika atmosfer global maupun faktor lokal.
Berdasarkan analisis BMKG, musim kemarau di Jakarta tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah.
Peralihan musim berlangsung bertahap, tergantung kondisi geografis dan dinamika atmosfer di masing-masing daerah.
Jakarta Utara disebut sudah lebih dahulu memasuki musim kemarau. Sementara itu:
Perbedaan ini menunjukkan bahwa istilah “musim kemarau” bukan berarti hujan langsung berhenti sepenuhnya, melainkan fase transisi dari musim hujan ke musim kering.
Fenomena hujan di tengah awal musim kemarau dipengaruhi oleh beberapa faktor atmosfer global.
Salah satunya adalah aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), yaitu gelombang atmosfer yang bergerak dari barat ke timur di wilayah tropis dan dapat meningkatkan pembentukan awan hujan.
MJO, terdapat juga gelombang ekuatorial Rossby yang turut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas hujan di wilayah Indonesia.
Kombinasi kedua fenomena ini menyebabkan curah hujan masih terjadi meskipun secara klimatologis sudah memasuki musim kemarau.
Menurut Deputi Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, kondisi ini merupakan hal yang wajar terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia.
Selain faktor global, kondisi lokal juga memiliki peran besar dalam terbentuknya hujan. Pada pagi hingga siang hari, intensitas radiasi Matahari di Jakarta cukup tinggi. Hal ini menyebabkan suhu udara meningkat signifikan.
Peningkatan suhu ini memicu proses konveksi, yaitu naiknya udara panas ke atmosfer.
Saat udara naik dan mendingin, terbentuklah awan-awan hujan yang kemudian berkembang menjadi hujan lokal pada sore hingga malam hari.
Inilah alasan mengapa masyarakat sering merasakan pola cuaca:
Karakteristik Hujan di Masa Peralihan
Hujan yang terjadi pada masa peralihan musim memiliki ciri khas tersendiri. BMKG menjelaskan bahwa hujan ini umumnya:
Kondisi ini berbeda dengan hujan di puncak musim hujan yang biasanya lebih merata dan berlangsung lebih lama.
Meskipun memasuki kemarau, tingkat kelembapan udara di Jakarta masih relatif tinggi. Hal ini menjadi faktor penting dalam pembentukan awan hujan.
Kombinasi antara:
menciptakan kondisi atmosfer yang ideal untuk terbentuknya hujan konvektif. Oleh karena itu, hujan tetap bisa terjadi meskipun curah hujan secara umum mulai menurun.
Rangkuman AI sedang dibuat…