Keganjilan Siswa Juara Tak lolos Jalur Prestasi pada PPDB Depok Tahun 2024



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Keganjilan penerimaan siswa pada PPDB Depok tahun 2024, Jawa Barat, kembali mengalami menuai masalah.
Ketidak lolosan melalui jalur prestasi ini dinyatakan oleh sejumlah calon siswa berprestasi.
Hal ini menimbulkan kekecewaan dan tuntutan keadilan dari orang tua siswa.
Tak hanya itu, masalah ini tidak hanya dialami oleh warga kurang mampu, tetapi juga oleh orang tua siswa berprestasi.
Salah satu kasus yang mencuat adalah keluhan Kartika, orang tua dari seorang siswi berprestasi dalam cabang olahraga gymnastic.
Kartika telah mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 3 Depok melalui jalur prestasi non-akademik.
Namun, pihak sekolah beralasan bahwa cabang olahraga yang ditekuni anaknya tidak diprioritaskan dan tidak memiliki jenjang karir ke depannya.
Kartika menyatakan bahwa anaknya memiliki skor yang cukup baik, yakni 21 poin, berdasarkan sertifikat kejuaraan. Namun, skor tersebut masih harus ditambah dengan jumlah skor kompetensi yang dinilai secara tertutup oleh panitia PPDB sekolah negeri.
Hasilnya, anak Kartika tidak lolos meskipun memiliki skor sertifikat yang lebih tinggi dibandingkan anak lainnya.
“Skor anak saya lebih tinggi yakni21, jadi optimis masuk awalnya. tapi nyatanya tidak demikian. Anak yang diterima malah nilai skornya cuma 2,5 sertifikatnya. Beberapa skornya 16. Anak saya paling tinggi,” ujar Kartika, Jumat (26/6/2024).
Menanggapi permasalahan ini, Dinas Pendidikan Kota Depok menjelaskan adanya keterbatasan kuota antara sistem zonasi, afirmasi, dan prestasi.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Siti Chaerijah, menyatakan bahwa keterbatasan kuota terutama dirasakan pada jenjang SMP dan SMA karena harus mengikuti standar nasional.
“Sesuai standart nasional bagi jenjang SMP dan SMA, memang agak sulit. Ada permasalahan mengenai keterbatasan untuk kuota dari zonasi, afirmasi, dan prestasi.
Kami ada keterbatasan dari jumlah rombongan belajar. Tiap kecamatan hanya ada kuota 34 di sekolah negeri,” terang Siti Chaerijah.
Permasalahan PPDB di Kota Depok bukanlah hal baru. Sejak awal, proses PPDB sering mengalami kendala, terutama terkait kurangnya transparansi mengenai persyaratan dan proses seleksi.
Orang tua siswa mengeluhkan bahwa sistem penilaian dan pemilihan calon siswa seringkali tidak jelas dan tidak adil.
PPDB 2024 di Kota Depok masih berupaya untuk memperbaiki sistem yang lebih transparan dan adil.
“Saya berharap Dinas Pendidikan Kota Depok dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai kriteria penilaian dan kuota penerimaan PPDB Depok tahun 2024. Selain itu, diperlukan upaya untuk meningkatkan fasilitas dan jumlah sekolah negeri agar dapat menampung lebih banyak siswa, terutama yang berprestasi,” tutupnya.
Rangkuman AI sedang dibuat…