Kualitas Udara Jakarta Capai Posisi Ke-29 Dunia Siang Ini, Status Sedang



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Kualitas udara di DKI Jakarta pada hari Senin ini, 22 April 2034, masuk dalam kategori sedang.
Menurut laman pengukuran kualitas udara IQAir, pada pukul 11.00 WIB, indeks kualitas udara di DKI Jakarta tercatat sebesar 72.
Meskipun demikian, DKI Jakarta masih menempati peringkat 29 dalam urutan kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Salah satu polutan utama yang dominan dalam udara DKI Jakarta pada siang hari ini adalah PM 2.5, dengan nilai konsentrasi mencapai 22 mikrogram per meter kubik.
Konsentrasi PM 2.5 ini tujuh kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh World Health Organization (WHO).
Secara global, kota dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia adalah Kathmandu, Nepal, dengan indeks kualitas udara mencapai angka 184.
Di posisi kedua ada Beijing, China, dengan indeks kualitas udara sebesar 164, diikuti oleh Chiang Mai, Thailand, dengan indeks kualitas udara mencapai 162.
Melihat kondisi ini, situs IQAir mengimbau agar masyarakat, khususnya kelompok sensitif, mengurangi aktivitas outdoor, menutup jendela, dan menggunakan masker di luar ruangan.
Langkah-langkah ini diperlukan untuk melindungi kesehatan pernapasan dan mengurangi risiko dampak negatif dari polusi udara.
Rangkuman AI sedang dibuat…