Mendikdasmen Sebut 3 Polemik Besar Dunia Pendidikan, Saat Ini Masih Jadi Perhatian!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID- Mendikdasmen sebut 3 polemik besar dunia Pendidikan yang saat ini masih jadi perhatian!
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Kabinet Merah Putih, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed, menyampaikan pandangannya mengenai tiga isu besar yang masih menjadi bahan perdebatan di masyarakat, yaitu Kurikulum Merdeka, zonasi sekolah, dan Ujian Nasional (UN).
Abdul Mu’ti menegaskan bahwa ia akan berhati-hati dalam mengambil kebijakan terkait isu-isu ini, mengingat polemik yang masih terjadi di masyarakat.
Ia menekankan bahwa selama masa kepemimpinannya, ia ingin memastikan kebijakan yang dihasilkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah benar-benar sesuai dengan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
Dalam keterangannya kepada media pada Senin, 21 Oktober 2024, Abdul Mu’ti menyatakan bahwa ia tidak akan terburu-buru membuat keputusan dan akan lebih banyak mendengarkan masukan dari berbagai pihak sebelum mengambil langkah selanjutnya.
Ia ingin kebijakan yang diambil oleh kementeriannya memiliki landasan kuat berdasarkan masukan dari pemerintah pusat dan daerah, pakar pendidikan, serta masyarakat.
Abdul Mu’ti juga menyinggung bahwa meskipun Kurikulum Merdeka telah dinyatakan diterapkan 100%, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa belum semua sekolah mampu melaksanakan kurikulum ini secara optimal.
Karena itu, ia mengutamakan kehati-hatian dalam memutuskan apakah Kurikulum Merdeka, zonasi, dan UN akan dilanjutkan atau perlu direvisi.
Terkait program prioritas yang akan dijalankan, Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa ia akan merujuk pada quick win atau program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran yang telah disetujui oleh DPR.
Dua program utama yang terkait dengan pendidikan dan sudah mendapatkan alokasi anggaran adalah:
Kedua program ini akan menjadi tugas awal bagi Abdul Mu’ti dalam memimpin kementeriannya.
Selain itu, ia juga menerima pesan khusus dari Presiden Prabowo saat pelantikan menteri, yang menekankan pentingnya tugasnya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sesuai dengan amanah Undang-Undang Dasar 1945.
Abdul Mu’ti menyadari bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memegang peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Indonesia.
Ia berharap bisa bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memajukan pendidikan di Indonesia, memberikan layanan berkualitas, dan bersama-sama mewujudkan tujuan pendidikan yang lebih baik untuk seluruh masyarakat.
Rangkuman AI sedang dibuat…