MRT Jakarta Nonaktifkan Kartu Multi-Trip, Batas Akhir Pengembalian Saldo 14 November 2024



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Mulai 31 Oktober 2024, Kartu Jelajah Berganda atau multi-trip (MTT) MRT Jakarta resmi dinonaktifkan.
PT MRT Jakarta mendorong penumpang untuk beralih ke pembayaran berbasis aplikasi dan server, seperti MyMRTJ.
Dikarenakan aplikasi ini yang menawarkan lebih banyak pilihan pembayaran dan manfaat bagi pengguna.
Bagi penumpang yang masih memiliki saldo di kartu MTT, MRT Jakarta menyediakan opsi pengembalian saldo hingga batas waktu 14 November 2024.
Pengembalian dapat dilakukan di stasiun MRT Jakarta terdekat.
Penumpang memiliki berbagai opsi untuk menerima saldo yang tersisa, yaitu melalui dompet digital seperti MartiPay (di aplikasi MyMRTJ), GoPay, Dana, transfer bank ke rekening BUMN, atau pengembalian tunai.
Direktur Operasi dan Pemeliharaan PT MRT Jakarta, Mega Tarigan, menjelaskan bahwa penonaktifan kartu MTT adalah langkah menuju integrasi sistem pembayaran yang lebih canggih.
Dengan MyMRTJ, pengguna dapat memilih metode pembayaran seperti MartiPay, AstraPay, i.saku, blu by BCA Digital, Dana, dan lainnya, serta opsi pembayaran kredit atau paylater seperti Mastercard dan Kredivo.
Selain aplikasi, pengguna masih bisa menggunakan beberapa kartu uang elektronik dari bank, termasuk KMT Commuter Line dan Jaklingko. MRT Jakarta juga menyediakan mesin penjual tiket
QR di stasiun untuk memudahkan pembelian langsung.
PT MRT Jakarta menawarkan berbagai paket tiket berlangganan melalui aplikasi MyMRTJ, dengan pilihan mingguan dan bulanan, serta diskon tiket hingga 20% bagi pengguna yang memilih paket berlangganan ini.
Rangkuman AI sedang dibuat…