Patung Macan Putih Kediri Ditawar Rp 180 Juta Tapi Ditolak, Justru Jadi Magnet Rezeki Warga



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Patung macan putih Kediri ditawar Rp 180 juta oleh seseorang yang mengaku berasal dari Bali. Namun, Suwari, sang pembuat patung yang kini viral di media sosial, memilih menolak tawaran bernilai fantastis tersebut.
Karya Suwari berupa patung macan putih yang berada di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, mendadak viral setelah menjadi bahan ejekan warganet karena bentuknya disebut mirip kuda nil.
Meski menuai beragam komentar, patung tersebut justru menarik perhatian publik dan memicu kedatangan wisatawan dadakan.
“Sempat ada yang menawar sampai Rp 180 juta, katanya orang Bali, tapi saya tolak,” kata Suwari, si pembuat patung macan putih, Selasa (6/1/2026).
Suwari tidak mengungkapkan alasan pasti penolakan tersebut, namun ia dikenal sebagai pematung yang kerap membuat berbagai patung berbentuk hewan.
Ia mengaku tak menyangka hasil karyanya akan viral dan mengubah wajah Desa Balongjeruk menjadi ramai pengunjung.
Dampak viralnya patung macan putih tersebut turut dirasakan warga sekitar.
Kawasan di sekitar patung kini dipadati pedagang makanan dan cenderamata yang memanfaatkan ramainya arus wisatawan.
Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, menyebut keberadaan patung macan putih itu membawa dampak positif bagi perekonomian warga.
Ia pun bersyukur Suwari menolak tawaran pembelian patung tersebut, karena patung itu dapat meningkatkan kesejahteraan warga dan UMKM.
“Harapan ke depan, patung macan putih ini terus bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama untuk peningkatan kesejahteraan warga dan pelaku UMKM,” kata Safi’i.
Menurut Safi’i, pemerintah desa berencana menata kawasan sekitar patung agar tetap nyaman bagi para pengunjung seiring meningkatnya jumlah wisatawan.
“Sekarang jumlahnya terus bertambah setiap hari. Saat ini bisa lebih dari 100 pedagang yang berjualan di sekitar lokasi,” ujar dia.
Dukungan juga datang dari warga setempat. Wahyu, warga Desa Balongjeruk, menilai keputusan Suwari mempertahankan patung tersebut sebagai langkah tepat demi kepentingan bersama.
“Ini wisata buatan warga. Harapannya bisa benar-benar menjadi pembangkit ekonomi, khususnya UMKM warga sekitar,” ucap Wahyu.
Rangkuman AI sedang dibuat…