Populasi 9 Macan Tutul di Tangkuban Perahu Tertangkap Kamera, Ini Kata Humas BBKSDA Jabar



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Seekor macan tutul kabur dari penangkaran di Lembang Park and Zoo, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, sejak Kamis (28/8/2025) dini hari.
Hingga Jumat (29/8/2025) pagi, satwa tersebut belum juga ditemukan meski petugas gabungan terus menyisir area dalam maupun luar kebun binatang.
Humas Lembang Park and Zoo, Miftah Setiawan, menyebut tanda-tanda keberadaan macan tutul sempat terdeteksi di sekitar lokasi, namun upaya penangkapan masih menemui kendala.
Untuk itu, tiga tim gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BBKSDA, dokter hewan, penembak jitu, hingga penembak bius dilibatkan dalam operasi pencarian.
Miftah menegaskan, prioritas utama adalah menangkap satwa dilindungi ini dalam keadaan hidup.
Namun, jika dianggap membahayakan, pihak berwenang sudah menyiapkan opsi untuk menembak mati.
Seiring pencarian, fakta mengejutkan terungkap dari penelitian Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat.
Satwa yang lepas dari Lembang Park and Zoo ternyata bukan satu-satunya, sebab dalam kamera trap terekam sembilan Macan Tutul lain di kawasan Gunung Tangkuban Perahu.
Humas BBKSDA Jabar, Eri Mildranaya, menuturkan bahwa kawasan hutan lindung di kaki Tangkuban Perahu memang merupakan habitat asli macan tutul.
“Berdasarkan penelitian, ada sembilan ekor macan tutul terekam kamera di kawasan itu. Populasinya masih bertahan di alam liar,” jelasnya di Bandung, Rabu (10/9/2025).
Temuan ini membuat tim yakin bahwa macan tutul yang kabur kini sudah masuk ke hutan lindung.
Jejak kaki terakhir bahkan ditemukan di area pertanian serta lahan kosong yang langsung berbatasan dengan hutan.
“Kami menyasar rumah-rumah warga dan kandang ternak di jalur pergerakan satwa. Jejak terakhir terlihat di lahan pertanian yang mengarah ke kawasan hutan lindung. Maka kami simpulkan satwa itu sudah masuk ke kawasan,” ujar Eri.
Koordinator tim pencarian, Ujang Acep, menambahkan bahwa macan tutul punya kemampuan adaptasi tinggi.
“Kalau sudah lewat dua hari, kemungkinan besar sudah jauh masuk ke dalam hutan. Jadi besar kemungkinan kini satwa itu berada di kaki Gunung Tangkuban Perahu,” ucapnya.
Untuk memastikan keberadaan macan tutul di Tangkuban Perahu, tim pencarian mengandalkan drone thermal setiap malam.
Teknologi ini dianggap paling efektif untuk mendeteksi satwa liar di hutan lebat.
BBKSDA juga meminta masyarakat tetap tenang namun waspada.
“Macan tutul cenderung menghindar dari manusia, bukan menyerang. Jadi warga tidak perlu panik,” tambah Eri.
Rangkuman AI sedang dibuat…