Rahasia Doa Minum Susu Putih pada Malam 1 Muharram, Banyak yang Belum Tahu Makna Dahsyatnya!



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID- Rahasia Doa minum susu putih pada malam 1 Muharram, begini bacaan lengkap arab dan latinnya!
Malam 1 Muharram, atau yang juga dikenal sebagai malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa, merupakan momen yang sangat bermakna bagi umat Islam di seluruh dunia.
Bukan sekadar pergantian hari atau bulan, malam ini menandai awal tahun baru Hijriah yang disambut dengan berbagai bentuk ibadah dan tradisi spiritual yang penuh makna.
Salah satu amalan yang disunnahkan dan diwariskan secara turun-temurun oleh para ulama adalah meminum susu putih pada malam 1 Muharram.
Tradisi ini bukan hanya dilakukan sebagai kebiasaan semata, melainkan sarat dengan filosofi dan simbol harapan baru.
Menurut penuturan KH Muhammad Fatwa, Direktur TMI Pondok Pesantren Darul Amanah, amalan ini berakar dari kebiasaan seorang ulama besar asal Makkah, yakni As-Sayyid Muhammad Bin Alawy Al Maliki.
Beliau dikenal luas sebagai tokoh pendidikan, penulis, dan ulama berpengaruh dari keluarga Al-Maliki Al-Hasani.
Setiap memasuki tanggal 1 Muharram, beliau senantiasa membagikan susu putih kepada para murid dan santrinya sebagai bentuk simbolik dari awal yang suci dan penuh berkah.
Kebiasaan ini kemudian dilestarikan di berbagai pondok pesantren di Indonesia dan menjadi salah satu rangkaian ibadah yang dilakukan pada malam pergantian tahun Hijriah.
Amalan ini dianjurkan untuk dilaksanakan pada malam 1 Muharram, tepatnya mulai setelah waktu salat Maghrib hingga menjelang Subuh.
Umat Islam bisa melakukannya secara pribadi maupun bersama keluarga sebagai bentuk rasa syukur dan harapan akan kebaikan yang menyertai sepanjang tahun yang baru.
Saat meminum susu putih pada malam yang penuh berkah tersebut, umat Islam dianjurkan membaca doa khusus sebagaimana yang diriwayatkan dalam ajaran para ulama:
Bacaan Arab:
اللهم بارك لنا فيه و زدنا منه
Bacaan Latin:
Allahumma baarik lanaa fiihi wa zidnaa minhu
Artinya:
“Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkahannya (susu), dan tambahkanlah kepada kami darinya.”
Penting untuk dicatat, bagian doa “wa zidnaa minhu” (dan tambahkanlah kepada kami darinya) hanya dibaca saat meminum susu, dan tidak dianjurkan digunakan saat meminum jenis minuman lain seperti air putih, teh, atau madu.
Tradisi minum susu putih ini merupakan salah satu bentuk dari tafa’ul, yaitu pengharapan akan datangnya kebaikan.
Dalam pandangan Islam, tafa’ul adalah bagian dari husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah SWT, yang secara spiritual akan menumbuhkan semangat untuk memulai tahun dengan langkah positif dan niat baik.
Rasulullah SAW sendiri sangat menyukai sikap tafa’ul sebagaimana disebutkan dalam hadist:
كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يحب القال الحسن، وبكره الطيرة
Artinya: “Nabi SAW menyukai pengharapan yang baik (tafa’ul), dan membenci prasangka buruk (tathayyur).”
Dengan menjalankan amalan minum susu putih serta membaca doa yang diajarkan, umat Islam diajak untuk mengisi tahun baru Hijriah dengan optimisme, semangat spiritualitas, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik.
Meminum susu putih pada malam 1 Muharram bukan sekadar rutinitas simbolik, tetapi memiliki nilai religius dan spiritual yang mendalam.
Ini merupakan refleksi niat suci untuk memulai tahun baru Islam dengan tubuh dan hati yang bersih, harapan yang tinggi, serta semangat untuk memperbanyak amal kebaikan.
Umat Islam, baik secara individu maupun keluarga, bisa menjadikan momen malam 1 Muharram sebagai sarana untuk introspeksi diri, memperbarui niat, dan berdoa demi kehidupan yang lebih berkah di masa mendatang.
Rangkuman AI sedang dibuat…