Sedih! Satwa Bandung Zoo Alami Stres Berat, Begini Kondisinya Sekarang



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Isu satwa Bandung Zoo alami stres berat menjadi sorotan publik setelah organisasi Geopix mengungkap indikasi gangguan kesehatan dan psikologis pada sejumlah hewan di Kebun Binatang Bandung.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat langsung menerjunkan tim ahli untuk melakukan pengecekan lapangan.
Tim BBKSDA Jabar melakukan observasi terhadap sejumlah satwa yang diduga mengalami gangguan, di antaranya orangutan, monyet hitam, dan gajah.
Pemeriksaan tidak hanya difokuskan pada kondisi fisik hewan, tetapi juga lingkungan kandang, interaksi sosial, hingga perilaku alaminya.
Humas BBKSDA Jawa Barat, Ery Mildrayana, menyampaikan bahwa tim yang diterjunkan terdiri dari dokter hewan gabungan serta tenaga profesional di bidang konservasi.
Ia menjelaskan bahwa proses pemantauan sebenarnya telah berlangsung cukup lama.
“Secara umum pemantauan sudah berjalan lebih dari dua bulan. Khusus satwa yang belakangan ramai dibicarakan, observasi intensif dilakukan selama tiga hari pada pertengahan pekan lalu,” ujarnya melalui pesan singkat, Selasa (27/1/2026).
Selain ketiga satwa yang menjadi perhatian publik, BBKSDA Jabar juga memastikan pemantauan dilakukan terhadap seluruh hewan di Bandung Zoo.
Ery menuturkan bahwa pengawasan harian menjadi prosedur standar, terutama ketika ada laporan masyarakat atau isu viral.
“Pemantauan rutin dilakukan setiap hari untuk semua satwa. Jika ada aduan atau informasi yang ramai diperbincangkan, kami menambah personel untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi di lapangan,” katanya.
Meski demikian, hasil observasi terbaru belum dapat dipublikasikan.
Menurut Ery, laporan telah disampaikan kepada pimpinan BBKSDA Jabar dan masih menunggu arahan lebih lanjut.
“Hasilnya sudah kami laporkan ke pimpinan. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu instruksi selanjutnya,” tuturnya.
Sebelumnya, organisasi Geopix mengungkap temuan indikasi gangguan kesehatan dan psikologis pada primata orangutan, monyet hitam, serta gajah di Bandung Zoo. Temuan tersebut diperoleh saat tim Geopix melakukan kunjungan langsung ke lokasi pada 14 Januari 2026.
Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menjelaskan bahwa pengamatan dilakukan selama seharian penuh saat kunjungan sebagai pengunjung yang memberikan donasi pakan.
“Kami berada di lokasi sepanjang hari sambil mengamati langsung kondisi dan perilaku satwa yang ada di sana,” ungkap Annisa saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).
Geopix kemudian mendesak pengelola Bandung Zoo, Pemerintah Kota Bandung, serta Kementerian Kehutanan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan dan kesejahteraan satwa.
Kekhawatiran Geopix turut diperkuat oleh pendapat ilmiah dari Senior Biologist dan Wildlife Curator Center for Orangutan Protection, Indira Nurul Qomariah.
Ia menjelaskan bahwa gejala fisik seperti kebotakan pada primata bisa menjadi tanda adanya masalah serius.
“Kondisi rambut rontok di bagian lengan dan kaki bawah dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari penyakit kulit, kekurangan nutrisi, hingga stres akibat kebosanan yang memicu perilaku overgrooming. Diperlukan pemeriksaan medis lanjutan untuk memastikan penyebabnya,” jelas Indira.
Indira juga menyoroti perilaku gajah di Bandung Zoo yang menunjukkan gerakan berulang tanpa tujuan atau swaying. Menurutnya, perilaku tersebut merupakan salah satu indikator kuat stres pada satwa.
“Gerakan berulang yang dilakukan tanpa tujuan jelas merupakan tanda stres. Penyebabnya bisa berasal dari lingkungan yang kurang mendukung kesejahteraan satwa, seperti minimnya pengayaan kandang atau tidak terpenuhinya kebutuhan sosial,” tambahnya.
Isu satwa Bandung Zoo alami stres berat pun kini menjadi perhatian banyak pihak, dengan harapan adanya perbaikan nyata demi kesejahteraan hewan-hewan di kebun binatang tersebut.
Rangkuman AI sedang dibuat…