Seorang Pelajar Tewas Akibat Tawuran di Bekasi, Awalnya Mau Main Futsal



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Seorang pelajar berinisial RP (14) tewas dalam insiden tawuran dua kelompok remaja di kawasan Harapan Indah (HI), Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Rabu malam (30/10).
RP yang berstatus sebagai pelajar meninggal dunia di lokasi setelah mengalami luka serius akibat senjata tajam.
Kakek korban, Maulana (57), mengungkapkan bahwa sebelum insiden terjadi, cucunya berpamitan untuk bermain futsal bersama temannya di Rorotan.
“Dia dijemput temennya,, pamit mau futsal. Sekitar Maghrib,” ujar Maulana, Kamis (31/10/2024).
Menurut Maulana, RP dan rekannya tidak membawa senjata tajam saat keluar rumah.
Namun, ketika melintas di lokasi kejadian, mereka melihat sekelompok remaja yang diduga hendak terlibat dalam tawuran.
Maulana menyatakan bahwa cucunya kemungkinan besar tidak terlibat dalam tawuran tersebut, mengingat RP hanya bersama satu teman dan tidak membawa kelompok lain.
Keterangan dari Maulana menyebutkan bahwa saat kejadian, RP sedang duduk di atas motor ketika diserang dari belakang menggunakan senjata tajam.
“Di depan temannya itu tidak kenapa-kenapa, kayaknya dihajar sama kelompok lain,” katanya.
Setelah terkena serangan, RP terjatuh dan tidak sadarkan diri. Rekan korban yang panik kemudian melarikan diri dan meninggalkan RP di lokasi kejadian.
“Belum ketemu orangnya (teman RP) tapi motornya di temukan waktu di TKP,” ungkap Maulana. RP dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 20.30 WIB di lokasi kejadian.
Jenazah korban telah dikebumikan pada pukul 09.00 WIB pagi ini, sementara pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif.
Kasie Humas Polres Metro Bekasi, AKP Akhmadi, mengatakan bahwa jajaran Polsek, Satreskrim, dan Polres telah dikerahkan untuk menangani kasus ini.
“Kami masih mendalami motifnya apa. Nanti jika sudah ada hasil, akan dilaporkan lebih lanjut,” ujarnya.
Jenazah RP telah dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematiannya.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami latar belakang serta pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Rangkuman AI sedang dibuat…