Tembok Sekolah di Palmerah Ambruk: 4 Motor dan 1 Tiang Listrik Tertimpa Reruntuhan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Mengawali kejadian nahas tersebut, warga sekitar sudah melihat tanda-tanda bahwa tembok pembatas sekolah tampak tidak stabil sebelum akhirnya ambruk.
Kejadian ini terjadi pada Kamis (20/11) sore.
Insiden Tembok Sekolah di Palmerah Ambruk terjadi di area SDN 01, SDN 02, dan SMPN 130 Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.
Cici (51), warga yang rumahnya berada tepat di depan lokasi, mengingat kembali momen menegangkan itu.
Ia menuturkan bahwa dirinya sudah melihat kondisi tembok dalam keadaan miring dan tidak kokoh.
“Waktu itu suasananya bikin cemas. Sebelum jatuh, saya sudah menyadari temboknya tampak mau rubuh. Saya lagi duduk di depan warung lalu melihat tembok seperti tinggal menunggu waktu,” ujarnya kepada wartawan.
Saat tembok setinggi tiga meter tersebut benar-benar jatuh, Cici langsung berlari menyelamatkan diri ke dalam rumah.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.
“Alhamdulillah enggak ada orang yang terluka. Tapi beberapa motor tertimpa, ada empat kendaraan. Sampai sekarang masih di lokasi,” lanjutnya.
Selain merusak motor, ambruknya tembok juga menimpa tiang listrik dan menyebabkan kabel bergesekan hingga memercikkan api.
“Ada percikan dari kabel yang ketarik itu. Makanya kami belum diizinkan masuk rumah,” kata Cici.
Cici menjelaskan sejumlah kerugian yang ia alami akibat insiden Tembok Sekolah di Palmerah Ambruk.
“Motor rusak, saya jadi enggak bisa buka warung, enggak bisa istirahat juga. Kalau hujan, atap jadi bocor karena kena tiang listrik,” keluhnya.
Ia berharap pihak terkait, terutama pelaksana proyek renovasi sekolah, bertanggung jawab atas kerusakan tersebut.
Ia juga meminta proses pembersihan dilakukan secepatnya agar keluarganya bisa kembali beraktivitas.
“Mudah-mudahan cepat diberesin dan motor bisa diangkat. Garis polisi juga bikin akses terhambat,” tambahnya.
Tetangga Cici, Heni (55), menduga tembok runtuh karena struktur bangunan tidak kuat menahan tekanan tanah proyek renovasi sekolah, ditambah hujan deras beberapa hari terakhir.
“Dua hari sebelumnya hujan besar. Apalagi ada pengeboran fondasi sekolah. Tanah galian makin numpuk dan menekan tembok, makanya jebol,” ujar Heni.
Warga kini menunggu tindak lanjut pemerintah dan pihak proyek terkait keamanan konstruksi serta penanganan pasca-kejadian.
Rangkuman AI sedang dibuat…