Terekam CCTV, Begini Kronologi Mahasiswa Universitas Buddhi Dharma Tewas Gantung Diri, Keluarga Sebut Alami Masalah Psikis



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Seorang mahasiswa Universitas Buddhi Dharma Tangerang ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di tangga darurat kampus pada Senin sore, 16 Juni 2025.
Korban berinisial DS (22), mahasiswa semester 10 jurusan Sistem Informasi.
Kasi Humas Polres Metro Tangerang Kota, AKP Prapto Lasono, mengungkapkan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan hasil rekaman CCTV, korban terlihat memasuki area tangga darurat sambil membawa tas berisi tali tambang plastik yang kemudian digunakan untuk mengakhiri hidupnya.
“Korban mengikatkan tali ke pagar tangga lantai 3 dan lehernya sendiri,” ujar Prapto dalam keterangannya, Selasa (17/6/2025).
Jenazah DS pertama kali ditemukan oleh seorang karyawan kampus yang hendak pulang dan melewati tangga darurat. Saat itu, korban sudah dalam keadaan tergantung dan terlihat dari lantai dua. Penemuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian.
Sekira pukul 17.00 WIB, petugas dari Polsek Karawaci yang dipimpin oleh Pawas Kanit Intel IPTU Damiri dan Kanit Reskrim AKP Riono tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
“Korban dinyatakan meninggal akibat gantung diri. Tidak ada indikasi tindak kekerasan,” kata Prapto.
Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan pernah menjalani perawatan psikiater. Menurut mereka, DS dikenal pendiam dan cenderung menutup diri terhadap masalah pribadinya.
“Menurut keluarga, kematian ini bukan disebabkan tekanan akademik, melainkan karena masalah mental yang sudah lama dialami korban,” tambah Prapto.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga menyatakan ikhlas dan tidak mengajukan tuntutan kepada pihak manapun.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, khususnya di kalangan mahasiswa yang rentan menghadapi tekanan akademik dan sosial.
Rangkuman AI sedang dibuat…