Usulan Anggota Dewan Harus S2 Plus TOEFL Minimal 500 Viral, Ini Kata Pengamat Politik!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Perdebatan di media sosial kembali memanas setelah muncul usulan anggota dewan harus S2 disertai syarat tambahan seperti skor TOEFL minimal 500 hingga kemampuan public speaking yang baik.
Cuitan tersebut viral di linimasa Threads sejak Minggu (24/8/2025), dan langsung menuai pro dan kontra dari warganet.
Sebagian mendukung aturan itu agar pejabat publik memiliki kualitas akademis yang lebih baik.
Namun, tak sedikit yang menilai wacana tersebut diskriminatif, karena keterwakilan politik tidak selalu ditentukan oleh gelar pendidikan tinggi.
Pengamat politik Universitas Diponegoro, Nur Hidayat Sardini, menilai bahwa usulan anggota dewan harus S2 dan wajib memiliki skor TOEFL 500 tidak sejalan dengan konsep representativitas dalam demokrasi.
“Memang ada syarat minimal, seperti ijazah. Tapi yang paling penting adalah sejauh mana keterwakilan politik itu berjalan.
Syarat akademis tidak serta-merta mencerminkan kapasitas wakil rakyat,” jelas Nur, Selasa (26/8/2025).
Menurutnya, keterwakilan lebih menekankan pada kapasitas menyuarakan aspirasi masyarakat, bukan hanya sekadar latar belakang pendidikan.
Ia menambahkan bahwa kualitas wakil rakyat juga dipengaruhi partai politik pengusung dan kapasitas pemilih dalam menentukan pilihan.
Nur menekankan bahwa kapasitas serta integritas harus menjadi ukuran utama wakil rakyat.
Kapasitas terlihat dari bagaimana mereka menyerap aspirasi masyarakat dan mengimplementasikannya dalam kebijakan.
Sementara integritas, kata dia, bisa diuji dari hal-hal sederhana, seperti kejujuran dalam ijazah hingga sikap dalam forum resmi.
Ia menilai publik juga punya peran penting dalam mengoreksi wakil rakyat dengan cara tidak memilih mereka kembali apabila dianggap tidak pantas.
Rangkuman AI sedang dibuat…