Viral! Ibu Hamil Asal Maros Ditandu 7 Km Untuk Lahiran, Pulang Jalan Kaki Bawa Bayi



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebuah perjuangan penuh haru datang dari warga yang menandu seorang ibu hamil asal Maros ditandu 7 km di pedalaman Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.
Videonya menjadi sorotan publik usai viral di media sosial.
Perempuan bernama Nina (21), warga Dusun Cindakko, Desa Bontosomba, Kecamatan Tompobulu, harus ditandu menggunakan bambu menuju Puskesmas Tompobulu karena kondisi jalan desa yang rusak berat dan tak bisa dilalui kendaraan.
Setelah menempuh perjalanan penuh perjuangan, Nina akhirnya melahirkan bayi laki-laki dalam keadaan sehat di Puskesmas Tompobulu.
Namun perjuangan belum berakhir, dua hari kemudian ia bersama bayinya harus berjalan kaki pulang sejauh 7 kilometer melewati jalur rusak yang sama.
Kisah ibu hamil asal Maros ditandu 7 km ini memicu gelombang simpati dan kritik tajam terhadap kondisi infrastruktur di pedalaman Kabupaten Maros.
Seorang warga Dusun Cindakko bernama Indar, yang pertama kali mengunggah foto Nina saat ditandu, menuturkan bahwa warga sudah berulang kali mengajukan perbaikan jalan menuju RT 2 dan RT 3 yang dihuni sekitar 80 kepala keluarga.
Ia mengatakan pemerintah daerah sebelumnya sempat menjanjikan betonisasi jalan, namun hingga kini belum terealisasi.
“Kami sudah beberapa kali mengusulkan perbaikan, bahkan saat kasus serupa viral dulu sempat dijanjikan akan diprioritaskan. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujarnya.
Masyarakat berharap janji pemerintah Kabupaten Maros untuk memperbaiki akses jalan segera diwujudkan agar kejadian ibu hamil asal Maros ditandu 7 km tidak terus terulang di masa mendatang.
Kondisi jalan rusak parah tidak hanya menghambat akses warga menuju fasilitas kesehatan, tetapi juga berdampak pada kegiatan ekonomi dan pendidikan masyarakat di wilayah pedalaman Tompobulu.
Rangkuman AI sedang dibuat…