Waspada! Prediksi Puncak DBD di Jakarta Bakal Meningkat Maret-Mei Tahun 2026



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Prediksi DBD di Jakarta kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya intensitas hujan di awal 2026.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap demam berdarah dengue (DBD) yang secara historis kerap melonjak saat musim hujan.
Berdasarkan pola tahunan, kenaikan kasus DBD di Jakarta biasanya mulai terlihat sejak awal musim hujan dan mencapai puncaknya pada rentang Maret hingga Mei.
Kondisi cuaca yang lembap dinilai sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sebagai vektor utama penularan.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes DKI Jakarta, Sri Puji Wahyuni, menyebut tren peningkatan kasus DBD hampir selalu terjadi ketika Jakarta memasuki musim hujan.
Ia mengatakan, lonjakan tertinggi umumnya terjadi pada bulan Maret hingga Mei setiap tahunnya.
“Berdasarkan pola yang ada, kenaikan kasus DBD di Jakarta biasanya muncul saat musim hujan, dengan puncak kasus kerap terjadi antara Maret hingga Mei,” ujar Sri Puji Wahyuni, Selasa (27/1/2026), seperti dikutip dari Antara.
Sri menjelaskan, hingga minggu kedua Januari 2026, tercatat sebanyak 143 kasus DBD di Jakarta. Angka ini memang masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.
Sebagai perbandingan, pada minggu kedua Januari 2025, jumlah kasus DBD di Jakarta mencapai 289 kasus.
Meski demikian, tren di awal 2026 menunjukkan adanya kenaikan jika dibandingkan dengan akhir tahun sebelumnya.
“Jika dilihat dari perbandingan dengan minggu terakhir Desember 2025, pada awal Januari 2026 sudah terlihat adanya peningkatan kasus,” katanya.
Kondisi ini memperkuat prediksi DBD di Jakarta berpotensi terus meningkat seiring curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Selain DBD, musim hujan dan masa pancaroba juga meningkatkan risiko penyakit lain, seperti flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Sri menuturkan, kelembapan udara yang tinggi membuat droplet bertahan lebih lama di udara, sehingga memudahkan penularan penyakit.
Aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di dalam ruangan dengan ventilasi terbatas turut memperbesar risiko penyebaran penyakit. Perubahan suhu yang cukup ekstrem juga membuat saluran pernapasan menjadi lebih sensitif.
“Oleh karena itu, masyarakat perlu menjaga daya tahan tubuh, memastikan ventilasi rumah cukup baik, serta membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat,” ucap Sri.
Di tengah peringatan kesehatan tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diperkirakan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia hingga Kamis (29/1).
Berdasarkan analisis cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Jakarta termasuk wilayah yang berpeluang mengalami peningkatan intensitas hujan dalam periode tersebut. Kondisi ini dinilai dapat memperbesar risiko banjir sekaligus mempercepat siklus penularan DBD.
Merespons kondisi cuaca dan potensi dampak lanjutan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memutuskan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Program yang semula dijadwalkan berakhir pada 27 Januari 2026 kini diperpanjang hingga 1 Februari 2026.
OMC tidak hanya dilaksanakan di wilayah Jakarta, tetapi juga mencakup daerah penyangga Ibu Kota. Langkah ini diambil mengingat Jakarta berpotensi menerima banjir kiriman dari wilayah sekitarnya.
Dengan prediksi DBD di Jakarta yang cenderung meningkat, pemerintah mengimbau masyarakat aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), menjaga kebersihan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai nyeri.
Rangkuman AI sedang dibuat…