10 Doa Semangat Puasa Ramadhan agar Ibadah Tetap Kuat hingga Akhir Bulan



HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah pengalaman kerja. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) kembali membuka pendaftaran Program Pemagangan Nasional atau MagangHub Batch 3 Angkatan II mulai 27 Oktober hingga 4 November 2026. Program ini memberikan kesempatan bagi lulusan baru untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung di perusahaan mitra, sekaligus meningkatkan keterampilan dan […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja sekaligus berkontribusi dalam pengawasan sektor energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi membuka Program Pengawal Energi 2026 dengan menyediakan 108 posisi bagi talenta muda Indonesia. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi […]

HAIJAKARTA.ID- Kabar gembira bagi warga Jakarta dan sekitarnya yang ingin menikmati liburan hemat. Taman Impian Jaya Ancol menghadirkan program gratis tiket masuk kawasan pada 16–31 Oktober 2026. Melalui program ini, pengunjung bisa menikmati suasana pantai hingga malam hari tanpa dikenakan biaya tiket masuk orang pada jam yang telah ditentukan. Berdasarkan informasi promosi yang beredar, program […]
HAIJAKARTA.ID – Puasa Ramadhan bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga hati, niat, dan keteguhan iman. Di tengah aktivitas padat dan kondisi fisik yang melemah, doa menjadi penguat utama agar ibadah tetap terjaga hingga akhir bulan suci.
Karena itu, 10 doa semangat puasa Ramadhan berikut dapat menjadi pegangan untuk menjaga motivasi, keikhlasan, dan ketakwaan selama menjalani puasa.
Sebagaimana tujuan puasa yang ditegaskan Allah SWT dalam Al-Qur’an, ibadah ini diarahkan untuk membentuk pribadi yang bertakwa, bukan sekadar kuat secara fisik. Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Yaa ayyuhalladziina aamanuu kutiba ‘alaikumush shiyaam kamaa kutiba ‘alalladziina min qablikum la‘allakum tattaquun
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183)
Ayat ini menegaskan bahwa puasa adalah ibadah ruhani yang menuntut kekuatan hati dan konsistensi niat.

Berikut ini beberapa doa yang bisa dibaca agar puasa Ramadhan terasa lebih ringan dan semangat hingga waktu berbuka tiba.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا وُسْعَهَاۗ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ اِنْ نَّسِيْنَآ اَوْ اَخْطَأْنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ اِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهٗ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَاۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهٖۚ وَاعْفُ عَنَّاۗ وَاغْفِرْ لَنَاۗ وَارْحَمْنَاۗ اَنْتَ مَوْلٰىنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكٰفِرِيْنَࣖ ٢٨٦
lâ yukallifullâhu nafsan illâ wus‘ahâ, lahâ mâ kasabat wa ‘alaihâ maktasabat, rabbanâ lâ tu’âkhidznâ in nasînâ au akhtha’nâ, rabbanâ wa lâ taḫmil ‘alainâ ishrang kamâ ḫamaltahû ‘alalladzîna ming qablinâ, rabbanâ wa lâ tuḫammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa‘fu ‘annâ, waghfir lanâ, war-ḫamnâ, anta maulânâ fanshurnâ ‘alal-qaumil-kâfirîn
Artinya: Allah tidak membebani seseorang, kecuali menurut kesanggupannya. Baginya ada sesuatu (pahala) dari (kebajikan) yang diusahakannya dan terhadapnya ada (pula) sesuatu (siksa) atas (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa,) “Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami salah. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami. Maka, tolonglah kami dalam menghadapi kaum kafir.” (QS. Al-Baqarah 286)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ ١٨٣
yâ ayyuhalladzîna âmanû kutiba ‘alaikumush-shiyâmu kamâ kutiba ‘alalladzîna ming qablikum la‘allakum tattaqûn
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah 183)
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُۗ ٢٨
alladzîna âmanû wa tathma’innu qulûbuhum bidzikrillâh, alâ bidzikrillâhi tathma’innul-qulûb
Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati akan selalu tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Fa inna ma‘al ‘usri yusrā.
Inna ma‘al ‘usri yusrā.
Artinya: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.
Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah (Asy-Syarh): 5–6)
وَالَّذِيْنَ يُؤْتُوْنَ مَآ اٰتَوْا وَّقُلُوْبُهُمْ وَجِلَةٌ اَنَّهُمْ اِلٰى رَبِّهِمْ رٰجِعُوْنَۙ ٦٠
walladzîna yu’tûna mâ âtaw wa qulûbuhum wajilatun annahum ilâ rabbihim râji‘ûn
Artinya: “dan orang-orang yang melakukan (kebaikan) yang telah mereka kerjakan dengan hati penuh rasa takut (karena mereka tahu) bahwa sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhannya.” (QS. Al-Mu’minun: 60)
وَالَّذِيْنَ اِذَا فَعَلُوْا فَاحِشَةً اَوْ ظَلَمُوْٓا اَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللّٰهَ فَاسْتَغْفَرُوْا لِذُنُوْبِهِمْۗ وَمَنْ يَّغْفِرُ الذُّنُوْبَ اِلَّا اللّٰهُۗ وَلَمْ يُصِرُّوْا عَلٰى مَا فَعَلُوْا وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ ١٣٥
walladzîna idzâ fa‘alû fâḫisyatan au dhalamû anfusahum dzakarullâha fastaghfarû lidzunûbihim, wa may yaghfirudz-dzunûba illallâh, wa lam yushirrû ‘alâ mâ fa‘alû wa hum ya‘lamûn
Artinya: “Demikian (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menzalimi diri sendiri, mereka (segera) mengingat Allah lalu memohon ampunan atas dosa-dosanya. Siapa (lagi) yang dapat mengampuni dosa-dosa selain Allah? Mereka pun tidak meneruskan apa yang mereka kerjakan (perbuatan dosa itu) sedangkan mereka mengetahui(-nya).” (QS. Ali ‘Imran: 135)
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٣
yâ ayyuhalladzîna âmanusta‘înû bish-shabri wash-shalâh, innallâha ma‘ash-shâbirîn
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Dilansir dari laman resmi NU Online, diriwayatkan dari Imam At-Thabarani dan Imam Ad-Dailami bahwa Rasulullah saw. membaca doa berikut.
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي لِرَمَضَانَ، وَسَلِّمْ رَمَضَانَ لِي، وَسَلِّمْهُ مِنِّي
Allāhumma sallimnī li Ramaḍāna, wa sallim Ramaḍāna lī, wa sallimhu minnī.
Artinya: “Ya Allah, selamatkanlah aku (dari penyakit dan uzur) agar dapat menjalani ibadah Ramadhan, selamatkanlah Ramadhan untukku, dan selamatkanlah aku dari perbuatan maksiat selama bulan Ramadhan.”
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى صِيَامِ رَمَضَانَ وَقِيَامِهِ، وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي
Allāhumma a‘innī ‘alā ṣiyāmi Ramaḍāna wa qiyāmihī, wa taqabbalhu minnī.
Artinya: “Ya Allah, bantulah aku dalam menjalankan puasa Ramadhan dan qiyamnya, dan terimalah ia dariku.”
Hadis (HR. Bukhari & Muslim)
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
Innamal a‘mālu binniyyāt
Artinya: “Sesungguhnya amal tergantung pada niatnya.” Menjadikan puasa bernilai ibadah, bukan rutinitas.
Berikut ini beberapa manfaat jika amalan doa tersebut dibacakan, diantaranya:
Doa membantu menenangkan pikiran dan hati ketika tubuh lelah, lapar, atau emosi tidak stabil. Dengan berdoa, seseorang diingatkan bahwa Allah selalu menyertai hambanya yang berusaha taat.
Membaca doa membuat puasa tidak hanya menjadi rutinitas menahan lapar, tetapi ibadah yang disadari dan diniatkan karena Allah.
Doa memberi dorongan spiritual agar tetap kuat menjalani puasa, tarawih, tadarus, dan amalan lain hingga akhir Ramadhan.
Dengan berdoa, hati lebih terhubung dengan Allah sehingga tidak mudah menyerah ketika semangat menurun di tengah hari.
Doa mengajarkan bahwa setiap kesulitan dalam puasa pasti disertai kemudahan, sehingga Ramadhan dijalani dengan lebih lapang dan penuh harapan.
Orang yang terbiasa berdoa akan merasa lebih tenang karena beban puasa tidak dipikul sendiri, melainkan diserahkan kepada Allah.
Rangkuman AI sedang dibuat…