WNA Italia Aniaya Warga di Bali hingga Alami Trauma, Diduga Terganggu Suara Masak Istri Korban



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – WNA italia aniaya warga di bali viral di media sosial setelah seorang pria asal Italia berinisial JF (41) diduga melakukan penganiayaan terhadap warga lokal di Denpasar.
Insiden tersebut terjadi di kawasan Jalan Gunung Soputan, Gang Ulun Suwi, Pemecutan Kelod, Denpasar Barat.
Peristiwa ini memicu perhatian publik karena diduga dipicu hal sepele, yakni aktivitas memasak di rumah korban pada pagi hari.
Kasus wna italia aniaya warga di bali bermula saat istri korban tengah memasak di dapur rumahnya sekitar pukul 08.00 WITA, Rabu (8/4/2026).
Aktivitas tersebut ternyata memicu kemarahan pelaku.
Dalam video yang beredar, korban sempat menjelaskan situasi saat kejadian.
“Ini rumah saya dan istri saya sedang memasak,” ucap korban dalam video yang beredar.
Tak lama kemudian, pelaku diduga mendatangi rumah korban dan melakukan tindakan kekerasan.
“Ini dia pukul suami saya, yang sebelumnya juga pernah dia pukul suami saya tapi tidak sempat rekam waktu itu,” tulis istri korban dalam unggahan media sosialnya.
Dalam lanjutan kronologi kasus wna italia aniaya warga di bali, pelaku tidak hanya melakukan pemukulan, tetapi juga merusak barang milik korban.
Korban menyebut pelaku sempat menendang sepeda motor hingga mengalami kerusakan.
“Di sini saya lagi masak di atas jam 8 pagi. Dia marah getok-getok tembok karena katanya dia masih tidur,” ungkap istri korban.
“Dia datang sambil marah, lalu menendang motor saya sampai rusak bagian belakang dan sempat memukul suami saya seperti di video,” lanjutnya.
Kasus wna italia aniaya warga di bali ternyata bukan yang pertama kali. Korban mengaku sudah beberapa kali mengalami tindakan serupa dari pelaku.
“Kejadian sebelumnya tanggal 23 Februari 2026 malam dan 24 Februari 2026 pagi, dia juga datang ke sini lempar-lempar helm dan barang lain. Waktu itu saya tidak ada bukti jadi saya tidak berani melapor,” jelasnya.
Korban juga mengaku sering mendapatkan gangguan setiap melakukan aktivitas di rumah.
“Setiap saya beraktivitas seperti mandi, mencuci, menyapu, atau memasak, dia selalu marah dengan mengetuk-ngetuk tembok di sebelah,” paparnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami tekanan psikologis dan trauma, terutama saat beraktivitas di rumah.
Dalam pesan yang diunggah, ia mengungkapkan ketakutannya.
“Mbak aku yang belum bisa damai. Mbak nggak tahu bagaimana saya di sini beberapa bulan ini, tidak ada yang tahu bagaimana tertekannya saya mau beraktivitas,” tulisnya.
“Sampai saya marahi anak saya kalau dia berisik, suami saya lewat jam 10 malam tidak saya izinkan ke dapur walaupun hanya mengambil air, karena saya benar-benar ketakutan,” lanjutnya.
Aksi ini memicu banyak sorotan dari netizen.
“Kenapa ngerasa kayak di atas angin? Kayak gitu sama orang lokal,” ujar @wedijant*****
“Mungkin baiknya di deportasi saja ya, meresahkan,” kata @seadragon_*****
“Sensei gara-gara nggak lolos piala dunia, kah?” ucap @andrejosephsi*****
Rangkuman AI sedang dibuat…