Thailand Segera Legalkan Pernikahan Sesama Jenis



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Anggota Parlemen Thailand segera legalkan pernikahan sesama jenis, hal ini diambil lewat pemungutan suara terhadap undang-undang yang diusulkan.
Majelis tinggi senat diperkirakan akan menyetujui undang-undang tersebut pada Selasa (18/6/2024).
Setelah persetujuan senat, undang-undang ini akan diserahkan kepada Raja Maha Vajiralongkorn untuk mendapatkan persetujuan kerajaan, dan akan mulai berlaku 120 hari setelah dipublikasikan di Royal Gazette resmi.
Undang-undang baru ini akan menggantikan referensi terhadap “laki-laki”, “perempuan”, “suami”, dan “istri” dalam undang-undang perkawinan dengan istilah yang netral gender.
Pasangan sesama jenis akan diberikan hak yang sama dengan pasangan heteroseksual dalam hal adopsi dan warisan.
Perdana Menteri Srettha Thavisin, yang vokal mendukung komunitas LGBTQ dan RUU tersebut, akan membuka kediaman resminya bagi para aktivis dan pendukung untuk merayakan setelah pemungutan suara.
Aktivis LGBTQ dan para pendukung akan mengadakan unjuk rasa dan drag show di pusat kota Bangkok, di mana pusat perbelanjaan besar telah mengibarkan bendera pelangi sejak dimulainya bulan kebanggaan pada Juni.
Aktivis berharap pernikahan pertama dapat dirayakan pada awal Oktober.
“Saya sangat yakin RUU ini akan sepenuhnya disetujui dan disahkan. Selain itu, menurut saya anggota parlemen akan menyadari betapa pentingnya persamaan hak dan peran institusi keluarga.
Sangat disayangkan jika hal ini diabaikan atau gagal mendapatkan perhatian yang layak,” kata aktivis LGBTQ Siritata Ninlapruek.
Thailand telah lama dikenal karena toleransinya terhadap komunitas LGBTQ, dan jajak pendapat menunjukkan dukungan publik yang kuat untuk pernikahan yang setara.
Namun, meskipun mendapat dukungan luas, kelompok LGBTQ di Thailand masih menghadapi hambatan dan diskriminasi dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa aktivis juga mengkritik undang-undang baru tersebut karena tidak mengakui kaum transgender dan non-biner, yang masih tidak diperbolehkan mengubah gender mereka pada dokumen identitas resmi.
Pemungutan suara pada Selasa menjadi puncak dari kampanye bertahun-tahun dan berbagai upaya yang sebelumnya gagal untuk mengesahkan undang-undang perkawinan yang setara.
Meski langkah ini mendapat dukungan dari rakyat, mayoritas penduduk Thailand yang beragama Buddha masih mempertahankan nilai-nilai leluhur.
Rangkuman AI sedang dibuat…