Banyak yang Salah Paham! Ternyata ini 2 Arti Kata Mudik Lengkap dengan Maknanya



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Sebenarnya apa makna di balik arti kata mudik? Apakah sudah ada yang tahu mengenai hal tersebut?
Mudik merupakan tradisi yang sangat melekat di masyarakat Indonesia, terutama saat momen menjelang hari raya.
Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai arti mudik berdasarkan berbagai perspektif:
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mudik memiliki dua makna utama.
Pertama, mudik berarti “berlayar atau pergi ke udik (hulu sungai, pedalaman).”
Kedua, dalam konteks yang lebih populer, mudik berarti “pulang ke kampung halaman.”
Makna kedua inilah yang lebih dikenal dan sering digunakan, terutama dalam konteks perayaan hari raya seperti Idulfitri.
Menurut Dr. Ganjar Harimansyah, ahli bahasa di Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, kata mudik secara etimologi tercatat dalam Kamus Jawa Kuna-Indonesia (Zoetmulder dan Robson, 2006).
Kata ini berasal dari u?ik, yang berarti ‘naik’, ‘maju (berjalan) ke hulu’, atau ‘menuju ke darat’.
Selain dari bahasa Jawa Kuna, ada juga pendapat bahwa mudik berasal dari bahasa Melayu. Dalam bahasa tersebut, mudik memiliki arti ‘pergi ke hulu’ atau ‘pergi ke pedalaman’.
Makna ini sejalan dengan tradisi mudik, yaitu perjalanan kembali ke kampung halaman yang umumnya terletak di daerah pedesaan atau jauh dari kota besar.
Meskipun ada anggapan bahwa mudik adalah singkatan dari frasa Jawa mulih dilik yang berarti ‘pulang sebentar’, Dr. Ganjar menegaskan bahwa hal ini tidak benar.
Makna asli mudik lebih luas dan merujuk pada perjalanan jauh, terutama dalam konteks perayaan hari besar.
Ganjar menjelaskan bahwa mulih dilik lebih tepat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang pulang dalam waktu singkat, seperti hanya beberapa hari.
Sementara itu, mudik lebih erat kaitannya dengan perjalanan pulang kampung yang dilakukan dalam rangka perayaan, seperti Hari Raya Idul Fitri.
Rangkuman AI sedang dibuat…