BHR Ojol 2025: Pengemudi Online Geruduk Kemnaker Besok, Ini Skema Besaran Bonus yang Diberikan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) berencana menggelar aksi di depan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada Selasa, 25 Maret 2025.
Aksi protes besaran BHR ojol ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WIB ini bertujuan untuk mengajukan pengaduan massal terkait besaran Bonus Hari Raya (BHR) yang dianggap tidak layak.
Para pengemudi ojol menyatakan ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan BHR yang diterapkan oleh perusahaan penyedia aplikasi transportasi online.
Menurut Surat Edaran No.M/3/HK.04.00/III/2025 yang dikeluarkan Kemnaker, perusahaan aplikasi diimbau memberikan bonus kepada pengemudi dan kurir online sesuai dengan tingkat produktivitas mereka.
Dalam ketentuan tersebut, pengemudi dan kurir yang dinilai produktif berhak mendapatkan BHR sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir.
Sementara itu, mereka yang tidak masuk dalam kategori produktif hanya akan menerima bonus sesuai dengan kemampuan perusahaan aplikasi.
Hal ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengemudi karena tidak adanya standar minimal yang jelas dalam pemberian bonus.
Ketua SPAI, Lily Pujiati, menegaskan bahwa pihaknya semula menerima kebijakan ini dengan catatan bahwa besaran bonus harus mencerminkan keadilan bagi pengemudi.
Namun, dalam perkembangan terbaru, banyak mitra ojol yang melaporkan bahwa jumlah bonus yang diberikan masih jauh dari harapan dan dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.
“Kami memahami adanya kebijakan ini, namun pada praktiknya, banyak mitra yang mendapatkan bonus dengan nominal sangat kecil. Ini yang akan kami sampaikan dalam aksi nanti,” ujar Lily Pujiati.
Menanggapi keluhan yang mencuat dari para pengemudi transportasi online, Presiden Prabowo Subianto turut mengimbau perusahaan penyedia aplikasi untuk mempertimbangkan peningkatan besaran BHR.
Ia menekankan bahwa perusahaan seharusnya memberikan apresiasi yang lebih layak kepada mitra pengemudi yang telah berkontribusi dalam keberlangsungan bisnis mereka.
Prabowo juga mengingatkan bahwa kesejahteraan pekerja, termasuk mitra ojol, harus menjadi perhatian utama agar sektor transportasi berbasis aplikasi tetap berkembang dengan baik.
“Saya berharap perusahaan bisa mendengar aspirasi para mitra dan memberikan bonus yang lebih layak,” ungkapnya.
Aksi yang akan digelar di Kemnaker ini mencerminkan ketidakpuasan para pengemudi transportasi online terhadap kebijakan yang mereka anggap tidak adil.
Mereka berharap adanya evaluasi ulang terhadap ketentuan BHR agar nominal yang diberikan lebih sesuai dengan kebutuhan menjelang hari raya.
Dengan adanya aksi ini, para pengemudi ojol berharap pemerintah dan perusahaan aplikasi dapat menemukan solusi terbaik agar kesejahteraan mereka tetap terjamin.
Rangkuman AI sedang dibuat…