BPBD DKI Ungkap Banjir Rob Ancam Pesisir Jakarta 3-11 November 2025, 12 Wilayah Ini Waspada



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mengungkapkan potensi banjir rob yang terjadi di pesisir Jakarta.
Masyarakat, khususnya di pesisir utara DKI Jakarta diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob.
BPBD DKI Jakarta melalui akun Instagram resminya memperingati potensi banjir rob mulai 3-11 November 2025.
“Adanya fenomena pasang maksimum air laut bersamaan dengan fenomena fase Bulan Purnama dan Perigee yang berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta,” tutur BPBD DKI, dikutip Senin (3/10/2025).
Banjir rob merupakan salah satu bencana banjir yang disebut sebagai banjir laut pasang.
Fenomena ini sering terjadi pada pemukiman yang berada di pinggir laut.
Banjir rob terjadi akibat luapan air laut. Terjadinya air pasang di laut ini menahan aliran sungai yang seharusnya menuju ke laut.
Namun, karena tumpukan air sungai berlebih yang kemudian menyebabkan tanggul jebol akibat tak mampu menampung luapan air dan membuat air meluap ke daratan.
Oleh karena itu, warga yang berada di wilayah pesisir utara DKI Jakarta diimbau agar bisa mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir rob.
Potensi banjir rob pada 3-11 November 2025 membuat 12 wilayah diprediksi terdampak, di antaranya:
Adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir utara Jakarta, Isnawa mengimbau masyarakat tetap waspada dan memantau informasi terkini mengenai kondisi gelombang air laut melalui laman resmi BPBD DKI Jakarta atau bpbd.jakarta.go.id/gelombanglaut.
Selain itu, Isnawa juga mengimbau agar masyarakat yang menemukan keadaan darurat dan membutuhkan pertolongan untuk menghubungi call center Jakarta Siaga 112.
Selain potensi banjir rob, BPBD DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jakarta dan Kepulauan Seribu.
Cuaca ekstrem di Jakarta berlaku sejak 31 Oktober hingga 6 November 2025.
“Peringatan dini 6 hari kedepan yang berlaku dari tanggal 31 Oktober-06 November 2025 hujan dengan intensitas ringan-sedang di wilayah DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu,” kata BPBD DKI.
“Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem,” sambungnya.
Warga Jakarta juga diminta untuk rutin memantau tinggi muka air melalui laman resmi bpbd.jakarta.go.id/waterlevel, memperbaharua informasi banjir di pantaubanjir.jakarta.go.id.
Warga juga bisa melaporkan potensi genangan melalui aplikasi JAKI.
Bahkan, dalam keadaan darurat, masyarakat dapat menghubungi Jakarta Siaga 112.
Rangkuman AI sedang dibuat…