Sedih! Pasien Anak Tak Dilayani RSUD Di Oku Selatan, Keluarga Nangis Minta Bantuan!



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Viral sebuah video memperlihatkan seorang wanita menangis tersedu-sedu. Hal ini karena dirinya memohon bantuan untuk pasien anak tak dilayani RSUD di Oku Selatan.
Kejadian tersebut diduga terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Muara Dua, Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan (Sumsel).
Hal ini menjadi viral lantaran tidak mendapat pelayanan medis. Wanita yang berada di video tersebut menangis tersedu, meminta bantuan kepada tenaga medis RSUD untuk adiknya.
Terlihat seorang pasien anak terbaring lemah dan membutuhkan pertolongan segera karena sedang kritis.
Namun pada video tersebut terlihat kalau tak ada seorangpun tenaga medis yang membantu atau menolong anak laki-laki tersebut.
Bahkan dalam video yang beredar keluarga korban terus meminta bantuan penanganan medis untuk anak laki-laki tersebut. Lantaran hidungnya terus mengeluarkan darah.
“Kami meminta bantuan kepada rumah sakit ini. Tapi tidak ada yang memberikan bantuan,” katanya sambil menangis tersedu dan menghapus darah yang terus keluar dari hidung anak laki-laki tersebut.
Menurut wanita dalam video tersebut dirinya serta keluarganya sedang berada di Rumah Sakit Sabutan, Muaradua.
“Kami butuh bantuan ya Allah,” katanya terus menangis.
Buruknya pelayanan RSUD OKUS tersebut, rupanya sudah berulang kali terjadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan OKUS, dr Merry Astuti saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah rapat dengan pihak RSUD OKUS.
“Kami sudah rapat dengan pihak RSUD, nanti akan ada berita yang diterbitkan dari Diskominfo OKUS,” singkatnya.
Merry mengatakan ke depannya Dinkes akan lebih intens melakukan edukasi di RSUD.
“Untuk tenaga medis seperti perawat cukup namun untuk dokter memang di RSUD OKUS masih kurang. Setiap pembukaan P3K OKUS selalu buka formasi tapi yang daftar sedikit,” katanya.
Video yang diunggah di akun sosial media X @bacottetangga_ itu mendapat cukup banyak respon dari warga X.
Banyak yang ikut berkomentar atas apa yang terjadi dalam video yang telah viral tersebut.
“Biadabb….Viralkannn,” Komentar akun @JhonSitorus.
“Prosedural2 taik. Giliran buat pejabat aja gk perlu liat prosedural, malah proseduralnya yang diubah,” tulis @rizkyimanpusoko.
“Kok gitu rumah sakitnya? apa harus di viralkan dulu baru dibenahi isinya?, makin lama makin heran ama ni negara,” komen @urzexsaturn.
Rangkuman AI sedang dibuat…