Pencarian Mahasiswa Unika Tenggelam di Danau Toba Berhenti, 7 Hari Korban Tak Berhasil Ditemukan



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID – Kasus mahasiswa Unika tenggelam di Danau Toba masih menyisakan duka mendalam.
Setelah dilakukan pencarian selama tujuh hari, tim gabungan akhirnya menghentikan operasi pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Korban diketahui bernama Christoper Rustam (21), mahasiswa Universitas Katolik Santo Thomas (Unika) Medan yang tenggelam di kawasan Air Terjun Situmurun, Danau Toba, Sumatera Utara.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, TNI, hingga BPBD telah melakukan berbagai upaya maksimal dalam kasus mahasiswa Unika tenggelam di Danau Toba.
Namun hingga hari ketujuh, korban belum juga ditemukan.
“Berbagai upaya dilakukan Tim SAR yang terdiri dari Basarnas Danau Toba, kepolisian, Koramil, TNI AL, dan BPBD Toba di hari ketujuh ini, tetapi tidak membuahkan hasil, maka proses pencarian dihentikan dan atau ditutup pada Jumat (17/4/2026),” ujar Ipda Khairuddin.
Penghentian operasi pencarian dalam kasus mahasiswa Unika tenggelam di Danau Toba dilakukan karena tidak adanya petunjuk keberadaan korban.
“Keluarga korban menerima hasil dari usaha pencarian yang telah dilakukan selama tujuh hari dan menerima penghentian pencarian dari Basarnas dan tim gabungan,” kata Khairuddin.
Meski demikian, upaya pencarian sebelumnya telah dilakukan secara intensif dengan berbagai metode.
Dalam proses pencarian mahasiswa Unika tenggelam di Danau Toba, tim SAR menggunakan berbagai teknologi dan metode.
Penyelam dari TNI AL, Basarnas, BPBD, dan pihak swasta melakukan penyelaman hingga kedalaman 50 meter.
“Tim penyelam melakukan penyelaman ke dasar air Danau dengan kedalaman 50 meter, tetapi korban belum ditemukan,” ujar Khairuddin.
Selain itu, pencarian juga dilakukan menggunakan drone udara dan drone bawah air.
“Dilakukan pemantauan di dalam air danau di sekitar lokasi Air Terjun Situmurun dengan kedalaman 100 meter menggunakan alat drone kamera, tetapi korban belum berhasil ditemukan,” katanya.
Area pencarian bahkan diperluas hingga radius 1,4 kilometer dari titik awal korban tenggelam.
Rangkuman AI sedang dibuat…