Pramono Targetkan 10.000 Bus Ramah Lingkungan, Beroperasi di Jakarta pada 2030



HAIJAKARTA.ID- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah mempertimbangkan usulan pembukaan 76 taman di Ibu Kota agar dapat beroperasi selama 24 jam. Rencana tersebut menjadi salah satu upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk memperluas akses masyarakat terhadap ruang terbuka hijau dan fasilitas publik. Pramono mengatakan, usulan tersebut masih dalam tahap pertimbangan. Pemprov DKI akan terlebih […]

HAIJAKARTA.ID- Kapolri mengeluarkan kebijakan baru yang melarang seluruh anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggunakan rokok elektrik atau vape. Aturan tersebut berlaku mulai 30 Oktober 2026 dan ditujukan kepada seluruh Pegawai Negeri pada Polri (PNPP), baik yang bertugas di lingkungan kantor maupun di luar kedinasan. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Kapolri Nomor SE/9/X/2026 tentang […]

HAIJAKARTA.ID- Mutasi terhadap tujuh anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polrestabes Surabaya menjadi sorotan publik. Pasalnya, pemindahan sejumlah personel tersebut terjadi tidak lama setelah mereka terlibat dalam penanganan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menyeret tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra. Ketujuh anggota kepolisian tersebut diketahui dimutasi berdasarkan surat telegram Kapolrestabes Surabaya Nomor ST/309/X/KEP/2026 tertanggal 23 Oktober […]
HAIJAKARTA.ID- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan langkah besar untuk mempercepat transformasi transportasi publik menuju kendaraan rendah emisi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan sekitar 10.000 lebih bus berbasis energi ramah lingkungan beroperasi di Jakarta pada 2030.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi emisi dan polusi udara yang masih menjadi salah satu persoalan lingkungan di kawasan metropolitan Jakarta.
Pramono menyampaikan target itu saat berada di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Ia mengatakan jumlah bus elektrik yang tersedia saat ini masih berada di kisaran 500 unit.
Jumlah tersebut diharapkan meningkat secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan hingga mencapai lebih dari 10.000 unit pada 2030.
Meski kerap disebut sebagai target elektrifikasi bus, Pramono menjelaskan bahwa pengembangan transportasi rendah emisi di Jakarta tidak hanya mengandalkan kendaraan yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.
Menurutnya, armada ramah lingkungan ke depan juga dapat mencakup bus berbasis hidrogen dan bus hibrida. Diversifikasi teknologi tersebut menjadi salah satu pilihan untuk mempercepat pengurangan emisi dari sektor transportasi.
Pramono berharap semakin banyak penggunaan kendaraan rendah emisi dapat memberikan ruang bagi pemerintah, dunia usaha, serta berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama memperbaiki kualitas udara Jakarta.
Pengembangan bus listrik sejalan dengan kebijakan Pemprov DKI yang selama ini mendorong penggunaan transportasi umum sebagai salah satu cara mengurangi kemacetan sekaligus polusi.
Pemprov DKI sebelumnya menyatakan bahwa hingga 2026 Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk sekitar 500 bus listrik.
Pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan layanan transportasi publik melalui berbagai moda, seperti Transjakarta, MRT, LRT, Mikrotrans, dan Transjabodetabek.
Sementara itu, pada awal 2026, Pramono juga pernah menyampaikan target penambahan armada Transjakarta hingga 10.000 unit pada 2029, dengan arah kebijakan agar armada tersebut menggunakan bus listrik.
Dalam rencana tersebut, elektrifikasi transportasi umum menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan transportasi Jakarta yang lebih ramah lingkungan.
Selain manfaat terhadap lingkungan, penggunaan bus listrik juga dinilai memiliki potensi efisiensi dari sisi konsumsi energi.
Sejumlah laporan yang mengutip Transjakarta menyebutkan, satu unit bus listrik berpotensi menghemat subsidi bahan bakar minyak (BBM) pemerintah hingga sekitar Rp302 juta per tahun.
Jika dihitung dalam masa operasional sekitar 5,5 tahun dan mempertimbangkan berbagai komponen efisiensi, nilai penghematan per unit bahkan disebut dapat mencapai sekitar Rp3,9 miliar.
Angka tersebut dikaitkan dengan perbedaan biaya energi serta efisiensi operasional antara bus listrik dan bus berbahan bakar minyak.
Dengan jumlah armada yang terus bertambah, elektrifikasi transportasi publik berpotensi memberikan dampak yang lebih besar, baik terhadap pengurangan penggunaan BBM maupun upaya menekan emisi dari sektor transportasi.
Namun, mengejar target hingga 10.000 bus ramah lingkungan bukan perkara sederhana. Pertumbuhan armada harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur, terutama fasilitas pengisian daya, jaringan listrik, depo, serta sistem operasional yang mampu mendukung kendaraan dalam jumlah besar.
Pemerintah DKI sebelumnya telah menekankan pentingnya percepatan elektrifikasi sekaligus pembangunan fasilitas pengisian daya modern di berbagai lokasi strategis untuk menjaga keberlangsungan operasional bus listrik.
Artinya, target 2030 tidak hanya berbicara mengenai penambahan jumlah kendaraan, tetapi juga membutuhkan kesiapan ekosistem transportasi secara menyeluruh.
Di sisi lain, persoalan kualitas udara Jakarta juga memiliki sumber yang lebih luas daripada emisi kendaraan bermotor di dalam kota.
Pramono sebelumnya menyoroti pentingnya koordinasi di kawasan aglomerasi Jakarta karena sumber emisi juga berasal dari wilayah sekitar Jakarta.
Ia bahkan menilai aktivitas industri dan pembangkit berbahan bakar batu bara di kawasan penyangga perlu menjadi perhatian bersama.
Karena itu, elektrifikasi transportasi publik dipandang sebagai salah satu bagian dari strategi yang lebih besar untuk menurunkan emisi, bukan satu-satunya solusi persoalan polusi udara Jakarta.
Dengan target lebih dari 10.000 bus rendah emisi pada 2030, Jakarta tengah diarahkan menuju sistem transportasi publik yang semakin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mempercepat pengadaan armada, menyiapkan infrastruktur pendukung, memastikan pasokan energi, serta meningkatkan integrasi antarmoda transportasi.
Jika target tersebut dapat diwujudkan, perubahan komposisi armada transportasi publik Jakarta tidak hanya berpotensi membantu menekan emisi dan polusi udara, tetapi juga menciptakan sistem mobilitas perkotaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Rangkuman AI sedang dibuat…